page hit counter
Namanya diseret kasus penistaan hingga didorong ditangkap, UAS akhirnya angkat bicara begini

Namanya diseret kasus penistaan hingga didorong ditangkap, UAS akhirnya angkat bicara begini

Ustaz Abdul Somad. Foto: YouTube

Nama penceramah kondang Ustaz Abdul Somad (UAS) belakangan jadi perbincangan hangat publik lantaran ikut dikaitkan dengan dugaan kasus pelecehan atau penistaan agama, bahkan sejumlah pihak pun meminta agar UAS ikut ditangkap.

Sebagaimana diketahui, saat ini masyarakat dihebohkan dengan kasus Muhammad Kece dan Ustaz Yahya Waloni yang diseret untuk menjalani proses hukum penistaan agama.

Gara-gara itu, nama UAS pun ikut diseret sejumlah kalangan untuk segera diproses hukum. pendakwah tersebut akhirnya memberikan tanggapan karena kegiatan ceramah keagamaannya kini diseret ke kasus hukum.

“Saya menjelaskan tentang akidah agama saya, di tengah komunitas umat Islam di dalam rumah ibadah agama saya,” kata UAS dalam keterangannya seperti dikutip dari Hops (jaringan Hops) pada Kamis, 2 September 2021.

“Kalau ada yang tersinggung dengan penjelasan saya apakah saya harus meminta maaf,” lanjutnya.

Ustaz Abdul Somad
Ustaz Abdul Somad. Foto: Instagram | Namanya diseret kasus penistaan hingga didorong ditangkap, UAS akhirnya angkat bicara begini

Kemudian, mantan dosen UIN Suska Riau itu lalu mencontohkan ceramah yang dimaksud hanya ditujukan untuk umat Islam dalam mempertajam akidah.

“Sesungguhnya kafirlah orang yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga,” kata UAS.

“Saya jelaskan itu di tengah umat Islam,” imbuh pria 44 tahun itu.

Sosok Ustadz Abdul Somad. Foto: Antara
Sosok Ustadz Abdul Somad. Foto: Antara

Ustaz Abdul Somad kemudian mempertanyakan, apakah dengan memberikan ceramah ke kalangan umat Islam seperti itu dirinya harus melontarkan permintaan maaf.

“Otomatis orang yang mendengarkan itu tersinggung apa tidak? Apakah saya harus minta maaf? Terjawab sudah, karena itu ajaran saya,” ujar UAS.

“Kalau saya minta maaf, ayat itu harus dibuang. Na’udzubillah,” tambahnya.

Ia pun menambahkan bahwa tak mungkin pihaknya dapat mengendalikan sampai mana ceramah itu akan menyebar.

Sebab dalam kegiatan ceramahnya, ia pun tak mungkin meminta para jemaah untuk mematikan handphone atau melarang jemaah untuk merekam isi ceramahnya.

“Tak mungkin saya buat perjanjian dulu. Payah sekali sekali kalau ceramah sekarang kalau harus begitu,” imbuhnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS