page hit counter
Miris! Santriwati korban perkosaan tiba-tiba jerit saat HW lakukan ini di pengadilan

Miris! Santriwati korban perkosaan tiba-tiba jerit saat HW lakukan ini di pengadilan

Ustz HW pengajar yang perkosa belasan santriwati. Foto: Istimewa

Sejumlah santriwati korban perkosaan seketika menjerit saat pelaku, Herry Wirawan (HW) menjalani sidang pada Selasa, 7 Desember 2021 kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Kota Bandung.

Sebagaimana diketahui, HW juga merupakan guru alias pengajar di pesantren. HW dikabarkan nekat melakukan pemerkosaan terhadap anak didiknya selama lima tahun.

Ilustrasi santriwati. Foto: Tribun
Ilustrasi santriwati. Foto: Tribun

Menyitat Cirebon Raya, sejumlah santriwati yang juga korban HW seketika menjerit ketika mendengarkan suara HW yang jalani persidangan.

Para santriwati yang trauma tersebut ikut menjalani persidangan dengan status hukum sebagai saksi.

HW sendiri yang berstatus sebagai terdakwa tidak hadir secara fisik. Majelis hakim menggelar sidang virtual untuk HW untuk menghindari berbagai kemungkinan.

Para korban santriwati korban perkosaan guru pesantren berinisial HW itu hadir bersama keluarga dan saudaranya.

Suasana persidangan menyedihkan hingga santriwati menjerit ketakutan

Salah satu Jaksa Penuntut Umum (JPU), Agus Mudjoko mengungkapkan gambaran soal suasana persidangan terkait kasus perkosaan santriwati oleh guru pesantrennya tersebut.

Tampak sekali ada raut muka kesedihan dan kepedihan di kalangan santriwati yang menjadi korban perbuatan biadab HW.

Bahkan saat suara HW diperdengarkan dalam persidangan saat dimintai keterangan, sejumlah santriwati yang merasa trauma berat sampai menutup telinga rapat-rapat dan memejamkan mata dalam-dalam.

“Korban mendengarkan suara terdakwa lewat loud speaker. Para korban langsung menutup telinga dan menjerit tidak tahan. Mereka mengalami trauma berat,” tutur Agus.

Ilustrasi pemerkosaan. Foto: SheThePeolple TV
Ilustrasi pemerkosaan. Foto: SheThePeolple TV | Santriwati korban perkosaan tiba-tiba jerit saat HW lakukan ini di pengadilan

Selain kesedihan dan kepedihan, suasana persidangan juga penuh emosional kemarahan, terutama pada orang tua dan keluarga korban terhadap HW.

Apalagi dalam sidang Selasa kemarin, sampai ada salah satu santriwati korban yang nekad datang untuk memberikan kesaksian.

Sehingga Agus selaku JPU sendiri mengaku sukar mendeskripsikan suasana persidangan tersebut dengan kata-kata.

“Padahal baru tiga minggu melahirkan. Korban ini memberi kesaksian dalam keadaan lunglai setelah melahirkan (anak hasil perkosaan),” tutur Agus.

“Persidangan ini sangat berbeda sekali,” imbuhnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS