page hit counter
Menahan Rindu Menahan Laju Covid-19

Menahan Rindu Menahan Laju Covid-19

Pemimpin itu memberi harapan sekaligus memberi peringatan. Tapi yang jelas pemimpin itu mengambil keputusan. Beberapa waktu yang lalu memang Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengeluarkan edaran terkait mudik lebaran 1442 Hijriah. Dasar rujukannya adalah edaran dari Menteri Perhubungan dan adanya Instruksi Presiden. Tentu setiap provinsi memiliki kondisi yang berbeda. Itulah sebabnya Pemprov NTB mencoba memberikan harapan sambil diusulkan kepada pemerintah Pusat bahwa NTB ini terdiri dari dua pulau (Sumbawa dan Lombok) dengan jarak yang sangat berdekatan saja. Bahkan pada saat kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia beberapa waktu yang lalu, kondisi ini ditanyakan oleh media dan sangat difahami bahwa memang kondisi dan tipikal mudik antara kabupaten/kota di NTB berbeda jauh dengan pulau Jawa dan tempat lainnya.

Munculnya edaran mudik lokal dengan ketentuan protokol kesehatan (prokes) dan pembatasan sampai 70% kapasitas moda angkutan adalah cara dan kegelisahan Gubernur NTB menjemput perasaan rakyatnya yang rindu berlebaran bersama handai taulan dan keluarga. Karena kota Mataram dan Lombok Barat saja hampir tiada berjarak begitu juga kabupaten/kota lainnya seperti Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang berjarak hanya 1,5 jam penyebrangan laut.

Tapi naluri pemimpin juga terasah. Melihat kondisi dari hari ke hari kondisi pandemi covid-19 ini terus meningkat. Instruksi Presiden agar corona tidak mewabah seperti di India dan beberapa negara lainnya pun menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan terkini. Negara kita adalah negara kepulauan. Konektivitasnya pelabuhan dan bandara pun harus kembali diperketat. Prokes yang dikawal aparat TNI Polri dan Gugus Tugas pun seolah tak diindahkan warga yang mudik. Lihatlah kerumunan di pusat perbelanjaan dan lainnya yang susah sekali dihindarkan.

Gubernur NTB bersama Kapolda NTB, Danrem 162 WB dan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB pun menambahkan addendum dan memperbaharui edaran sebelumnya. Warga NTB yang berkeinginan mudik dalam provinsi diberikan kesempatan sampai dengan tanggal 8 Mei 2021. Setelahnya sampai tanggal 17 Mei 2021 Pelabuhan dan Bandara ditutup kecuali untuk urusan-urusan tertentu sesuai dengan edaran Menteri Perhubungan RI.

Semoga Covid-19 ini cepat berlalu, itu doa dan harapan kita bersama. Bukan sekedar harapan pemimpin semata. Antara menjaga harapan dan melakukan pembatasan ini semata-mata ditujukan bagi kebaikan dan kemaslahatan bersama. Keputusan yang diambil Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah sikap adaptif yang didasarkan pada pertimbangan dan situasi terkini dari bahayanya penyebaran covid-19 di Indonesia dan NTB khususnya.

Penulis:
DR. Najamuddin Amy, S.Sos., MM.
(Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Prov NTB)

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS