page hit counter
Memaknai Perayaan Imlek 2021 Sebagai Momentum Memupuk Rasa Persaudaraan dan Harapan Baik di Masa yang Sulit

Memaknai Perayaan Imlek 2021 Sebagai Momentum Memupuk Rasa Persaudaraan dan Harapan Baik di Masa yang Sulit

Perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Jumat, 12 Februari 2021, kalender Masehi tentunya akan menjadi perayaan tahun baru bagi etnis tionghoa di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Indonesia yang terkenal akan keberagaman atau multikulturalisme bersiap untuk menyambut tahun baru Cina ini. Apalagi sejak tahun 2003 imlek bahkan telah ditetapkan secara resmi menjadi baian dari hari libur nasional.

Bisa kita katakan bahwa perayaan imlek tahun ini merupakan perayaan di masa sulit, Indonesia di awal tahun ini tertimpa banyak sekali bencana alam yang tersebar di seluruh wilayah yang didominasi oleh bencana banjir. Selain itu, karena pada tahun ini dari sejak tahun kemarin telah ditetapkannya status pandemi covid-19 yang memungkinkan segala hal yang didambakan akan semarak dan kemeriahan perayaan imlek sediikit berkurang dan berbeda. Adanya aturan dari pemerintah tentang pembatasan jarak sosial membuat berbagai perayaan seperti festival, pertunjukan budaya, pesta dan sebagainya terancam batal diselenggarakan secara langsung dan memungkinkan akan beralih secara virtual.

Imlek tidak serta merta hanya sebagai seremoni tahunan bagi etnis tionghoa saja. Akan tetapi banyak sekali makna yang begitu penting yang dapat direalisasikan bagi semua orang. Hal mendasar dan paling urgen yaitu dalam hal toleransi. Toleransi merupakan sikap menghargai dan tolong-menolong antar sesama atau hidup berdampingan tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar golongan. Tidak bisa kita pungkiri bahwa toleransi yang seharusnya menjadi fondasi dasar dalam menjalankan kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam masih kurang dijalankan. Contoh sederhananya saja masih sulit terbangunnya integrasi yang baik antara etnis tionghoa dengan masyarakat dengan beberapa alasan yang menimbulkan sekat pembatas atau jarak sosial antarnya.

Adanya stigma bahwa etnis tionghoa merupakan bagian dari kelompok ekslusif, memang pada kenyataannya tidak bisa kita salahkan, tidak bisa dielakkan lagi bahwa kelas menengah ke atas memang sepenuhnya dikuasi oleh etnis tionghoa ditambah lagi dengan banyaknya isu yang yang menempatkan etnis tionghoa sebagai kelompok yang serakah dalam mengambil keuntungan dari sumber daya lokal yang ada, mudah sekali dibolak-balikkan fakta sebenarnya. Disamping itu kesempatan untuk berbaur dan menyapa dengan etnis-etnis lainnya yang berada di daerah tidak tersedia, ditambah lagi dengan warisan sejarah kelam masa lalu yang sampai saat ini masih belum bisa terselesaikan secara tuntas. Hal tersebut acap kali membuat upaya membangun integrasi yang baik sulit direalisasikan.

Melihat dari beberapa hal dan faktor yang membuat perayaan imlek tahun ini berbeda dan berada pada masa sulit seperti sekarang ini, dan diiringi dengan masalah toleransi yang tak kunjung mencapai integrasi yang baik dan utuh. Maka perayaan imlek tahun 2021 ini kita jadikan sebagai sebuah momentum untuk bagaimana memupuk rasa persaudaraan kita sebagai negara yang multikulturalisme dengan mengdepankan sikap toleransi  dan adanya harapan yang baik bagi kita semua agar dapat terbebas dari belenggu pandemi covid-19 yang kian meresahkan dan membuat hidup manusia terasa sulit.

Untuk memupuk rasa persaudaraan antar masyarakat tentunya dengan mengimplementasikan nilia-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat. Hal yang dapat dilakukan yaitu bagaimana meningkatkan rasa senasib setanah air dan rasa persaudaraan yang tinggi sebagai wujud memaknai perayaan imlek tahun ini dengan cara berbagi antar sesama dalam segala hal, seperti berbagi kebahagiaan dengan saling mendoakan hal-hal yang baik antar sesama tanpa memandang suku, ras, dan golongan agamanya, kemudian berbagi rezeki dengan membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah bencana dengan menyumbang dalam bentuk uang, barang dan sebagainya. Selanjutnya dengan meningkatkan solidaritas antar sesama dengan menghilangkan sekat pembatas yang ada dengan ikut membanu saudara-saudara kita yang membutuhkan pertolongan baik secara fisik, tenaga maupun pikiran. Sehingga dengan dilakukannya hal-hal di atas akan tercipta keharmonisan dalam keberagaman.

Dalam perayaan imlek tahun juga kita maknai sebagai momentum untuk  mengharapkan segala hal baik akan datang pada diri kita bersama. Terlebih pada masa pandemi covid1-9 ini,  segala aspek kehidupan masyarakat terdampak akibatnya, untuk itu besar harapan bagi semua masyarakat yang terdampak agar pandemi covid-19 segera berakhir. Tentu harapan tidak hanya sekedar harapan, kita sebagai masyarakat juga harus melakukan suatu usaha dengan cara mematuhi segala peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah tanpa terkecuali. Semoga dengan adanya momentum perayaan imlek ini kita bisa menjadikannya sebagai momen yang bermanfaat untuk membagun fondasi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Oleh: Reza Wira Pratama
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Mataram

CATEGORIES
TAGS
Share This
Skip to toolbar