counter hit make

Masih Berstatus Zona Merah, Libur Sekolah di NTB terus Diperpanjang

School children wear masks to protect their respiration from the volcanic ash from the eruption of Mount Sinabung, at an elementary school in Karo, North Sumatra, Indonesia, Tuesday, Sept. 17, 2013. Thousands of people were evacuated from their villages following the eruption of the 2,600-meter (8,530-feet) volcano Sunday after being dormant for three years, sending thick ash into the sky with small rocks pelting neighboring villages. (AP Photo/Binsar Bakkara)

Berita Mataram – Sesuai dengan perkembangan kasus Covid-19 yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, dapat dipastikan bahwa kondisi Provinsi NTB saat ini masih berstatus zona merah. Untuk itu baik masyarakat maupun pemerintah harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan perkembangan tersebut, saat ini wilayah di NTB belum termasuk dalam 102 wilayah yang akan diberikan kebijakan new normal oleh pemerintah pusat. Oleh sebab itu, dari hasil Rapat Koordinasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama LPMP se-Indonesia memutuskan bahwa Provinsi NTB belum bisa melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Keputusan pemerintah pusat saat ini yaitu membagi setiap wilayah menjadi tiga zona, yaitu zona merah yang berarti tingkat penyebaran virus corona masih tinggi, lalu zona kuning dengan tingkat penyebaran virus corona sedang dan zona hijau yaitu wilayah dengan tingkat penyebaran virus corona rendah atau sama sekali tidak ada. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah pusat melarang setiap wilayah yang masuk dalam zona merah dan kuning untuk membuka sekolah kembali, sedangkan khusus zona hijau, diperbolehkan untuk buka namun harus dengan rekomendasi kepala daerah dan jajarannya.

Hingga saat ini hanya ada beberapa wilayah yang masuk dalam zona hijau, contohnya adalah Aceh, NTT, Kepri, Papua. Di wilayah berstatus zona hijau ini, sekolah diizinkan untuk dibuka kembali dengan catatan harus melalui kajian kesehatan terlebih dahulu. Selain itu pembukaan sekolah pun harus dilakukan secara bertahap, yaitu dimulai dengan dibukanya SMA/SMK selama dua bula, apabila aman maka akan dilanjutkan dengan SMP dan seterusnya.

Kebijakan tentang pelarangan untuk membuka kembali sekolah di wilayah yang berstatus sebagai zona merah juga berlaku bagi pondos pesantren. Hal tersebut diungkap saat pertemuan antara Kemenag dan juga Dinas Pendidikan.