page hit counter

Mantan Bupati Loteng Suhaili Ajak Warga Tangkap Peluang Usaha saat WSBK

PRAYA-Event World Superbike (WSBK) dan MotoGP diharapkan membawa berkah bagi warga sekitar Sirkuit Mandalika. Hal itu sesuai harapan mantan bupati Loteng HM Suhaili FT.

“Maka persiapkan diri. Ingat ini baik-baik,” pesannya pada Lombok Post, Rabu (20/10).

Mantan Ketua DPD I Golkar NTB itu berharap warga tidak hanya menjadi penonton. Dia menekankan, WSBK harus memberikan dampak positif bagi warga Loteng khususnya, NTB dan Indonesia pada umumnya.

Hanya saja, dampak itu baru bisa dirasakan, jika warga mampu menangkap peluang yang ada. “Tidak mesti harus menjadi pekerja di sirkuit Mandalika atau hotel-hotel dan restoran di KEK Mandalika,” ujar mantan bupati dua periode tersebut.

Melainkan, bagaimana warga membuka peluang usaha sendiri. Sehingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi warga lain. Misalnya, membuka warung nasi.

Bagi Suhaili, yang datang menyaksikan WSBK itu bukan ribuan, tapi puluhan ribu. Mereka pastinya akan makan dan minum.

Belum lagi perhelatan MotoGP yang digelar tahun depan. “Intinya, WSBK maupun MotoGP itu sebagai pemicu dan pemacu. Sekarang warga mau atau tidak bergerak,” tantang pria yang dijuluki bapak pembangunan Gumi Tatas Tuhu Trasna tersebut.

Lebih lanjut, pihaknya menyampaikan rasa syukur dan berterima kasih kepada pemerintah yang selama ini memperhatikan Loteng. Baik fisik maupun non fisik.

Suhaili mengajak, warga juga harus ikut bersyukur. Dengan cara, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta kondusivitas daerah. Sebagaimana tertuang dalam sapta pesona pariwisata.

“Menyambut WSBK dan MotoGP juga kami terus mempercepat vaksinasi. Baik dosis pertama maupun dosis kedua,” kata Wakapolres Loteng Kompol I Ketut Tamiana, terpisah.

Seperti digelar di Polsek Batukliang. Di tempat itu, pihaknya melaksanakan evaluasi. Itu menyangkut sejauh mana jajaran polsek menggerakkan warga mendukung dan mensukseskan vaksinasi.

Dia melihat, secara umum sebagian besar warga di Kecamatan Batukliang sudah divaksin. “Itu vaksin pertama. Yang kita inginkan sekarang vaksin kedua,” ujar Tamiana.

Untuk itu, pihaknya menyarankan jajaran polsek segera berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, guna turun kembali ke akar rumput. Mantan Kasatreskrim Polres Loteng itu menginginkan, target vaksinasi dosis kedua diwilayah Batukliang minimal 50 persen.

Polanya bisa seperti biasa, warga diundang ke lokasi-lokasi vaksinasi. Bahkan tenaga kesehatan siap mendatangi rumah-rumah warga. (dss/r5)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS