page hit counter
Lombok Timur Sudah Menjadi Episentrum Peredaran Gelap Narkoba

Lombok Timur Sudah Menjadi Episentrum Peredaran Gelap Narkoba

MATARAM-Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda NTB beberapa kali menggagalkan penyelundupan sabu dari provinsi lain. Dari beberapa kasus yang diungkap barang haram itu rata-rata ditujukan ke Lombok Timur (Lotim).

”Wilayah Lotim menjadi episentrum peredaran narkoba saat ini. Kebanyakan tujuan para penyelundup sabu menyasar wilayah Lotim,” kata Dirresnarkoba Polresta Mataram Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, Kamis (3/6/2021).

Helmi mengungkapkan, wilayah Lotim dijadikan lokasi memecah barang sebelum disebar ke daerah lain di NTB. Sindikat peredaran gelap narkoba di wilayah tersebut melibatkan anak-anak muda. ”Kebanyakan dilakukan dengan modus menyimpan sabu dalam dubur,” jelasnya.

Terakhir, Ditresnarkoba Polda NTB menangkap dua penyelundup sabu asal Lotim berinisial MYM alias Hendra, 23 tahun dan ZAF alias Rezal, 20 tahun. Mereka ditangkap saat turun dari kapal di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Jumat (21/5/2021) lalu. ”Keduanya anak muda dari Lotim,” kata dia.

Rumor muncul dari para pengedar dan bandar sabu. Rumor tersebut menyebutkan Lotim menjadi tempat paling aman untuk menyimpan narkoba. ”Saya tegaskan, tidak ada satu pun wilayah NTB ini yang menjadi aman untuk menyimpan narkoba,” jelasnya.

Helmi menegaskan, pihaknya bakal terus mendatangi setiap wilayah yang dijadikan tempat peredaran gelap narkoba di NTB. Itu dilakukan untuk memastikan semua sindikat di NTB tidak merasa nyaman mengedarkan sabu. ”Kami akan membuat para pengedar dan bandar di NTB tidak nyaman. Sebelum mereka betul-betul hijrah,” tegasnya.

Sudah satu tahun lebih Helmi menjabat sebagai dirresnarkoba Polda NTB. Pihaknya sudah memetakan jaringan dan sindikat para bandar narkoba. ”Kalau tidak segera hijrah, pasti kami akan tangkap mereka. Buktikan saja omongan saya ini,” tegasnya.

Dia mengapresiasi dukungan masyarakat NTB. Mereka sudah membantu kinerja Ditresnarkoba Polda NTB dalam mengungkap peredaran gelap narkoba. ”Kami tidak bisa bergerak sendiri tanpa bantuan masyarakat,” kata perwira menengah polisi yang pernah memimpin operasi Tinombala di Sulawesi Tengah tersebut.

Helmi meminta masyarakat membantu polisi untuk mengungkap sindikat narkoba. Jangan sampai narkoba masuk ke wilayahnya. ”Mulai dari tingkat wilayah keluarga hingga lingkup desa,” harapnya. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS