counter hit make

Limbah Lumpur Tinja Menjadi Permasalahan Lingkungan Pemkot Mataram

Limbah Lumpur Tinja Menjadi Permasalahan Lingkungan Pemkot Mataram

Dilansir dari SuaraNTB.com oleh WartaMataram, Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram masih kesulitan untuk mengatasi limbah lumpur tinja yang dibuang ke bantaran sungai di Mataram. Ada beberapa faktor mengapa limbah kumpur tinja menjadi permasalahan lingkungan Pemkot Mataram.

Menurut kepala DLH kota Mataram, Irwan Rahadi, salah satu faktor mengapa penanganan limbah lumpur tinja ini masih sulit diatasi adalah karena jumlah armada pelayanan sedot lumpur tinja di Kota Mataram sangat terbatas yakni hanya dua armada saja yang beroperasi.

Namun, pihak DLH Kota Mataram sendiri sudah menyatakan dan juga memulai upaya penanganan limbah tinja ini seperti memantau pihak swasta yang mungkin melakukan pembuangan di sungai. Hal lainnya yang juga dilakukan adalah bagaimana pengoptimalan pengelolaan limbah tersebut.

Pembuangan limbah lumpur tinja menjadi permasalahan lingkungan hidup bagi Kota Mataram dikarenakan dikhawatirkan akan menjadi masalah lingkungan baru seperti pencemaran dan juga penyebaran bakteri e-coli sehingga akibatnya sungai-sungai yang tercemar tidak bisa dimanfaatkan.

Semestinya limbah tersebut tidak dibuang ke sungai, melainkan diantarkan ke instalasi pengelolaan limbah terpadu yang berada di Kebon Kongok. Pihak DLH sendiri sudah mengumpulkan 24 pihak swasta untuk bekerja sama mengatasi permasalahan lingkungan tersebut.

Irwan menambahkan bahwa pihak swasta tersebut sebelumnya tidak pernah menuju ke pusat instalasi pengelolaan lumpur tinja di Kebon Kongok. Oleh karena itu, DLH berencana untuk mengajak pihak swasta yang mau bekerjasama dengan menyiapkan tangki penampungan limbah.

Bahkan pihak DLH juga akan mempermudah ijin untuk melakukan penyedotan di perumahan warga dan juga untuk pihak swasta yang mau bekerjasama akan digratiskan pembiayaannya selama hal itu dapat menjaga dari pencemaran sungai di Kota Mataram.

Di sisi lain, Pihak DLH Kota Mataram juga masih mengupayakan pengadaan mobil penyedot limbah lumpur tinja dimana nantinya akan diberikan oleh Dinas PU untuk armada yang selama ini tidak digunakan untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat.

Dengan harapan nantinya isu permasalahan limbah lumpur tinja menjadi permasalahan lingkungan Pemkot Mataram dapat dihindari, terutama dampak buruk kesehatan yang mengintai dari permasalahan tersebut.