page hit counter
Lima Sekolah Tampil Pada Hari Kedua Gebyar Seni Pelajar 2021 Taman Budaya NTB

Lima Sekolah Tampil Pada Hari Kedua Gebyar Seni Pelajar 2021 Taman Budaya NTB

Warta Mataram – Kegiatan tahunan Gebyar Seni Pelajar 2021 Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat telah memasuki hari kedua. Sebanyak lima sekolah menyuguhkan hasil karya terbaik mereka antara lain SMAN 3 Sumbawa Besar, SMAN 1 Terara Lombok Timur, SMKN 2 Sumbawa Besar, SMAN 1 Praya Barat dan SMKN 1 Tanjung Lombok Utara.

Penampilan dari SMAN 3 Sumbawa Besar

Penampilan SMAN 3 Sumbawa Besar membawakan karya khas Sumbawa yaitu Sakeco. Sakeco sendiri merupakan pertunjukan tradisional suku sumbawa yang mengandung makna filosofis, yang menggambarkan pesan atau kebaikan dalam menjalani kehidupan. Sakeco Lestarikan Budaya ini berisi tentang gambaran Sumbawa yang begitu kaya akan budayanya. Selain itu ajakan untuk terus melestarikan budaya samawa, termasuk permainan rakyat juga terselip dalam bait-bait sakeco ini. Pendidikan juga menjadi poin penting yang disampaikan dalam sakeco ini. ajakan untuk tetap semangat walau wabah pandemi ini masih merajalela jelas terselip dalam setiap baitnya.

Penampilan dari SMAN 1 Terara Lombok Timur

Sementara itu SMAN 1 Terara Kabupaten Lombok Timur membawakan hasil karya dengan judul Tabuh Gendang Beleq dalam Kreasi Tari. Tabuh gendang beleq kali ini dikreasikan mengiringi tarian sehingga tabuh gendang beleq tidak selalu ditampilkan dijalanan dalam rangka prosesi adat tradisi nyongkolan saja, sebagai salah satu kreasi dan gagasan baru bahwa tabuh gendang beleq oleh SMAN 1 Terara sebagai tawaran kepada masyarakat Sasak Lombok jika dan bilamana ternyata bisa juga untuk mengiringi tarian-tarian atau untuk pergelaran lainnya.

Tari Presean ini adalah juga boleh dikatakan sebagai duplikat dari olahraga Tari Tradisi Presean aslinya, namun karena tampilannya menjadi tarian sehingga lebih mengutamakan ekspresi kelembutan dan kelenturan perasaan yang dinamis untuk menyampaikan pesan bahwa warna dari presean yang asli oleh seniman seniman tari menariknya menjadi kreasi kreasi yang memberi sentuhan kehalusan dan kepekaan dalam pergaulan social dimana saja. Tampaknya keras namun ternyata adalah permainan semata.

Kembali ke Pulau Sumbawa, salah satu perwakilannya yakni SMKN 2 Sumbawa Besar membawakan hasil karya yang berjudul Samawa Intan Bulaeng. Karya ini menampilkan sebuah pertunjukkan kolaborasi seni sastra, musik tradisi, seni bela diri , teater dan tari.

Kebangkitan anak negeri yang tak gentar dan bergelora mengawali pertunjukkan ini lewat syair sajak yang bergema, bersahutan diiringi serune gong genang menghantarkan jiwa–jiwa yang merdeka. Merdeka berekspresi, merdeka berkreasi tak bertepi di masa pandemi. Samawa Intan Bulaeng, merupakan gambaran pertunjukkan Tana’ Samawa yang kaya, indah, arif-bersahaja, beragam budaya dan sejarah, penuh pesona, unik, menarik dan kharismatik.

Keunikan budaya suku samawa salah satunya tergambar dalam pertunjukkan ini yaitu permainan Gentao adalah seni bela diri tau Samawa yang sarat akan pesan moral bahwasanya pertandingan Gentao tidak di dasari oleh amarah kebencian dan permusuhan melainkan memupuk rasa persahabatan dan persaudaraan dengan tetap memperhatikan etika permainan yang santun, bersahaja, berwibawa penuh keindahan dengan saling menghargai dan saling menghormati.

Pertunjukkan di akhiri dengan sebuah tari kreasi sumbawa yaitu tari Lala Tranam. Sebuah tari yang mengangkat Legenda Tiu Tranam yang penuh misteri, mitos dan sejarah berasal dari desa Brangkolong, PlampangSumbawa. Pertunjukkan Tari ini sangat mengharukan, mengoyak jiwa dan perasaan menyaksikan gambaran kehidupan Lala Tranam seorang putri Raja Bala Longan yang sangat tragis serta memilukan.

Waktu boleh berlalu namun sejarah tak lekang oleh waktu Beragam budaya tampil berpadu mari saksikan janganlah ragu Karya anak negeri di masa pendemi.

Penampilan dari SMAN 1 Praya Barat

Perwakilan selanjutnya dari SMAN 1 Praya Barat membawakan sebuah karya berjudul Jangan Lupa Budaya. Di era modern seperti saat ini, nilai -nilai kebudayaan mulai terkikis oleh budaya-budaya luar yang menjadi trend para remaja. Para remaja lebih memilih mengikuti role model yang di gaungkan oleh idola diluar sana.

Salah satunya imah, demi menyenangkan hati kekasihnya dia berusaha menjadi wanita modern yang sangat kekinian. Hanya segelintir remaja yg masih mempertahankan budayanya seperti Asep, Asep yakin bahwa budaya sendiri itu harus di utamakan. Itulah yang akhirnya membuat Asep dan Imah berdebat.

Penampilan dari SMKN 1 Tanjung Lombok Utara

Peserta terakhir di hari kedua gelaran Gebyar Seni Pelajar 2021 Taman Budaya NTB kali ini dipentaskan oleh para siswa dari SMKN 1 Tanjung Kabupaten Lombok Utara dengan judul Cupak Kasmaran.

Disebuah kerajaan entah berantah, ada dua bersaudara yakni cupak dan gurantang yang dalam sifat dan perangainya jauh berbeda, cupak memiliki sifat rakus, iri dan dengki dan memiliki istri setengah gila sedangkan gurantang memiliki sifat pemaaf, murah hati dan penyabar dan memiliki istri yang cantik jelita, sehingga Mendiang ayah mereka lebih memilih gurantang menjadi raja penerus nya, dibanding cupak kakak nya. Hal inilah yang membuat iri hati cupak kepada adik nya gurantang, hingga timbul hasrat untuk merebut kekuasaan dan ingin memiliki istrinya gurantang yang jauh lebih cantik, dengan cara membunuhnya, dan membuangnya ke hutan. Namun sang maha kuasa masih memberi kehidupan kepada gurantang karena ada panakawan yang menemukan nya di tengah hutan.

Suasana kerajaan semakin hari semakin memprihatinkan karena raja cupak lebih mementingkan diri dan hawa nafsunya, satu diantaranya yang bikin heboh kerajaan adalah pemilihan calon istri yg kedua dengan cara menyeleksi para janda.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS