counter hit make

Lima Pasien Berstatus PDP Asal Kota Mataram Menunggu Hasil Tes

Berita Mataram – Dari total delapan pasien berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini tersisa lima orang yang sedang menunggu hasil tes lab. Dari delapan orang tersebut seorang diantaranya meninggal dunia, sedangkan dua lainnya menunjukkan hasil negatif virus corona dan dipulangkan. Pasien yang meninggal pun masih menunggu hasil Swab dari laboratorium di Surabaya.

Direktur RSUD Kota Mataram HL. Herman Mahaputra mengatakan kelima pasien yang masih berstatus PDP tersebut masih dirawat di Gedung Graha Mentaram RSUD Kota Mataram. Pihak Rumah Sakit masih harus menunggu hasil swab kelima pasien tersebut untuk melakukan tindakan selanjutnya. Sedangkan pasien yang meninggal dunia masih belum bisa dikatakan positif mengidap Covid-19 karena hasil Swab juga belum keluar.

Seharusnya hasil Swab bisa keluar dalam waktu tiga hari, namun mengingat Surabaya merupakan wilayah yang terjangkit virus corona, maka sudah pasti akan membutuhkan waktu lebih lama lagi. Sebenarnya hasil tes bisa keluar paling lambat enam jam setelah pengetesan apabila dilakukan secara mandiri. Hal ini membuat Kepala RSUD Kota Mataram menghimbau Pemprov NTB untuk mendatangkan reagen yang dapat mendeteksi virus corona dari tubuh pasien.

Minimnya peralatan untuk menguji positif atau tidaknya seorang pasien ini memang bisa menghambat penanganan. Pasalnya, seorang pasien harus menunggu status apakah positif mengidap Covid-19 atau tidak selama lebih dari tiga hari, sedangkan apabila Rumah Sakit memiliki alat tes tersebut, maka pasien akan bisa mendapatkan hasil dalam waktu yang lebih cepat sehingga bisa dilakukan penanganan lebih lanjut, apakah pasien dapat dipulangkan atau harus diisolasi.

Urgensi Reagen ini sangat dibutuhkan mengingat fasilitas kamar yang ada di RSUD Kota Mataram sangat terbatas. Lima pasien yang berstatus PDP saat ini dirawat di Gedung Graha Mentaram. Penanganan mereka tidak seperti melayani pasien biasa, harus melalui pengawasan ekstra. Apabila mereka dirawat sampai satu bulan, maka Kepala RSUD Kota Mataram akan angkat tangan.

Kelima pasien PDP tersebut dalam kondisi baik. Namun pihak Rumah Sakit belum berani memulangkan mereka karena hasil Swab belum keluar, sehingga penanganan jadi terhambat sedangkan banyak pasien lain yang butuh perawatan. Menurut Herman, RSUD Kota Mataram sudah menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien positif corona, namun ia sangat menyesalkan mengapa reagen masih belum ada.