page hit counter

Kopi NTB Berpotensi Ekspor 72 Kontainer

MATARAM-Tiga Pelaku UMKM komoditas kopi berpartisipasi dalam pameran Coffex Istanbul 2021, di Turki. Mereka adalah UD Berkah Alam Coffe, Kopi Punik Sumbawa, dan UD Sandika.

Ketiganya mewakili NTB untuk Indonesia bergabung dengan 150 pebisnis kopi lainnya yang berasal dari 20 negara. Kehadiran kopi NTB dengan cita rasa dan aroma khas membuatnya digandrungi penikmat kopi di sana. Tak heran, selama tiga hari kegiatan kopi NTB mampu mendapat pesanan ekspor total hingga 72 kontainer.

”Ini permintaan dari para buyer potensial di berbagai negara,” ujar Sekretaris Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti saat dihubungi, (23/9).

Secara rinci, pesanan transaksi datang dari Mesir 30 kontainer jenis Robusta selama setahun. Pesanan 10 dan 20 kontainer selama setahun ke Uni Emirat Arab dan Aljazair. Terakhir total 12 kontainer kopi pesanan dari Libiya, Turki, dan Palestina. Sebagai calon buyer potensial, mereka masih harus menunggu konfirmasi ulang untuk negosiasi tahap selanjutnya. Sebab buyer masih harus menanti kepastian dari negara maupun perusahaan masing-masing.

”Karena jalur dan ketentuan ekspor kita juga menentukan harga jual komoditas tersebut,” papar Nelly.

Melihat pesanan yang membludak, pemerintah NTB diminta oleh Kementerian untuk berperan aktif dalam proses pemenuhannya. NTB pun diharapkan mampu menjaga kepercayaan buyer. Dari sisi produksi, pihaknya optimis NTB mampu memenuhi permintaan 72 kontainer tersebut. Melihat data, produksi kopi NTB tahun lalu jenis robusta 5.126 ton, dan Arabica 730 ton. Dengan total luas lahan 12.769 hektare. ”72 kontainer itu kurang lebih sebanyak 1.440 ton,” katanya.

Selain itu, para eksportir juga  masih menunggu hasil pembahasan FTE (Food Trade Agreement) antara Turki dengan Indonesia. FTE juga menentukan biaya distribusi ekspor. Diharapkan FTE kedua negara segera terlaksana demi memudahkan ekspor beragam produk ke sana dengan biaya yang lebih murah.

Selama ini, FTE produk Indonesia masih harus melalui Malaysia yang sudah lebih dulu mengantongi FTE. ”Ini merupakan urusan negara atau pusat yang menangani,” tegasnya.

Kepala Perwakilan KJRI di Istanbul Imam As’ari kata Nelly sangat bangga karena NTB bisa berpartisipasi dalam event ini. Yang bersangkutan disebut akan menjadikan NTB sebagai pilot project kerja sama perdagangan antara agregator asal Indonesia yang berada di Turki dengan para agregator perdagangan di daerah. Itu karena melihat potensi Turki sebagai pintu masuk wilayah Eropa.

Selain kopi, NTB juga memamerkan sejumlah sampel produk kerajinan tambahan di lokasi pameran. Seperti mutiara, aneka tenun, serta tas ketak.

”Hal ini sesuai kondisi potensi Turki sebagai pintu masuk ekspor ke negara-negara di  wilayah sekitar Eropa,” ujar Nelly. (eka/r9)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS