page hit counter
Kondisi Pandemi, Realisasi Investasi Provinsi NTB Justru Lampaui Target

Kondisi Pandemi, Realisasi Investasi Provinsi NTB Justru Lampaui Target

Berita Mataram – Kondisi pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia termasuk juga Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini memang melumpuhkan berbagai sektor, salah satunya adalah sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi terus mengalami perlambatan akibat daya beli masyarakat yang kian menurun serta adanya berbagai pembatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Namun dalam kondisi pandemi saat ini, Provinsi NTB justru menorehkan prestasi khususnya di bidang ekonomi. Prestasi tersebut yaitu berupa capaian realisasi investasi yang mampu melampaui target. Baik investasi dalam negeri maupun investasi asing pada triwulan ke III yaitu mulai dari bulan Januari hingga September 2020 menunjukkan angka yang positif.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi NTB, Ir H Mohamad Rum, MT. Beliau menyampaikan bahwa realisasi investasi di Provinsi NTB sampai dengan triwulan ke III mencapai angka Rp9,2 Triliun atau jauh di atas target investasi Nasional yang ditetapkan oleh BKPM RI yakni sebesar Rp6,5 Triliun.

Dari total nilai investasi tersebut, masing-masing wilayah Kabupaten/Kota mendapatkan porsi yang beragam. Kota Mataram memperoleh investasi asing dan dalam negeri dengan total Rp417 Miliar lebih, Kabupaten Lombok Utara memperoleh Rp205 Miliar lebih. Kabupaten Lombok Barat memperoleh investasi lebih dari Rp1,5 Triliun, kemudian Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Timur masing-masing sebesar Rp365 Miliar lebih dan Rp2,5 Triliun lebih.

Sementara itu untuk wilayah Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat mendapatkan investasi sebesar Rp2 Triliun lebih, kemudian Kabupaten Sumbawa sebesar Rp289 Miliar, Dompu mendapatkan Rp1,7 Triliun, lalu Kabupaten Bima mendapatkan Rp105 Miliar dan Kota Bima mendapatkan Rp195 Miliar yang berasal dari investasi asing saja.

Mohamad Rum mengatakan bahwa capaian investasi ini akan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun nanti, pasalnya ada beberapa investasi yang belum tercatat di DPMPTSP. Investasi yang masuk di kawasan KEK Mandalika melalui ITDC serta dari Angkasa Pura belum terhitung dalam data investasi untuk tahun ini.

Lebih lanjut Mohamad Rum optimis target investasi sesuai dengan RPJMD yakni sebesar Rp11,3 Triliun akan bisa terpenuhi. Ia berharap realisasi investasi yang berasal dari dua institusi tersebut akan masuk pada triwulan ke IV sehingga target investasi yang ditetapkan oleh RPJMD bisa terlampaui.

CATEGORIES
TAGS
Share This