page hit counter
KKN Tematik Unram Ajak Warga Penimbung Bikin Apotek Hidup

KKN Tematik Unram Ajak Warga Penimbung Bikin Apotek Hidup

GIRI MENANG-Mahasiswa KKN Tematik Unram bersama dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Unram Immy Suci Rohyani mengajak warga di Desa Penimbung, Kecamatan Gunungsari mengembangkan apotek hidup.

”Menurut kami sosialisasi ini penting agar masyarakat bisa mendapatkan pengobatan alternatif dari bahan yang ada di sekitar warga,” kata Ketua KKN Tematik Unram di Desa Penimbung, Komang Satria Wirawan Rusady pada Lombok Post, kemarin (8/7).

Dikatakan, sosialisasi ini agar warga paham apa yang ada di sekitarnya. Sehingga bisa memanfaatkan hal tersebut untuk pengobatan alternatif. “Banyak tanaman memiliki manfaat sebagai obat, jadi harus dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat mulai membuat apotek hidup di rumah masing-masing. ”Kita juga harus dapat menyadari ada ciptaan Tuhan yang lain selain manusia. Misalnya tanaman. Sehingga kita harus dapat hidup berdampingan,” terangnya.

Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Unram Immy Suci Rohyani menerangkan terdapat banyak tanaman di sekitar masyarakat berfungsi sebagai obat. Contohnya adalah Bunga Teleng, Rumput Sidaguri, Pegagan, Sereh, Kelor, Asem, Daun Salam, Daun Seledri dan lainnya. Tanaman tersebut harus dijaga dan dilestarikan karena memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan terjangkau masyarakat.

“Kelor manfaatnya menurunkan kolesterol, diabetes, hipertensi, dan mempercepat proses penyembuhan luka. Daun sirsak memiliki manfaat sebagai obat kanker, lever, demam, dan meningkatkan kekebalan tubuh,” rincinya.

Selain itu, ada daun salam yang memiliki manfaat menghentikan diare, penurun kadar kolesterol, tekanan darah, diabetes, maag, asam urat, peluruh kencing, penghilang nyeri. Daun seledri memiliki manfaat memperlambat perkembangan tumor pankreas, hipertensi, anti rematik, liver, pembangkit nafsu makan. ”Daun seledri sebagai obat tidak disarankan untuk penderita radang ginjal dan ibu menyusui,” terangnya.

Kemudian asem manfaatnya menurunkan kadar kolesterol, meluruhkan lemak, mengobati asma, batuk, demam, penurunan panas, reumatik, sakit perut, biduran, dan sariawan.

Lalu terdapat sereh yang manfaatnya dapat meringankan radang tenggorokan dan sakit tenggorokan. Ini juga sering digunakan sebagai obat untuk mengurangi demam tinggi, memiliki sifat anti jamur dan anti bakteri. Bisa diterapkan pada luka luar kaya antioksi dan mendorong hati dan pankreas untuk lebih cepat mengeluarkan racun. Termasuk masalah pencernaan, gastroenteritis, mengurangi sembelit, pencegahan gangguan pencernaan seperti tukak lambung, membantu merangsang fungsi usus, dan meningkatkan pencernaan.

Ada juga bunga teleng manfaatnya menurunkan tekanan darah, gula darah, mengeluarkan dahak pada bronchitis, diare. Apalagi di masa pandemi ini baik untuk memperkuat daya tahan tubuh dan kesehatan otak, mengobati bisul, dan meringankan radang mata merah.

”Bunga teleng tidak disarankan untuk ibu hamil dan ibu menyusui,” tambahnya.

Dijelaskan, pegagan manfaatnya mengurangi kecemasan, meringankan insomnia, mengurangi stretch mark, mengurangi pembengkakan. Daun pegagan juga punya sifat antiinflamasi dan antibakteri yang bisa mempercepat proses penyembuhan luka.

”Luka di sini termasuk luka sayatan, akibat trauma, dan sebagainya,” terangnya.

Kemudian tanaman yang mudah ditemui dan dapat menjadi obat adalah rumput sidaguri. Ini memiliki manfaat sebagai pereda nyeri, mengobati bisul, cantengan, penyakit kulit, meredakan iritasi akibat gigitan serangga, obat jerawat, mempercepat penyembuhan luka gores, dan mengatasi malaria.

”Pemanfaatan berbagai tanaman obat tersebut selalu memperhatikan dosis dan takaran agar pemanfaatannya dapat efisien,” pesannnya. (nur/r3/*)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS