page hit counter
Kesal reuni 212 dibubarkan, Slamet Maarif curhat begini: Itu hak kita…

Kesal reuni 212 dibubarkan, Slamet Maarif curhat begini: Itu hak kita…

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Slamet Maarif . Foto: YouTube

Ketua persaudaraan alumni (PA) 212 Slamet Maarif menceritakan bagaimana rombongan reuni 212 akhirnya digagalkan aparat. Padahal, menurut dia, acara itu merupakan bagian dari hak tiap warga negara yang telah dilindungi oleh undang-undang.

Adapun awal niat direncanakannya helatan reuni 212 pada 2021 ini, dimulai dari banyaknya kegiatan terbuka yang sudah mulai berjalan. Melihat kondisi yang sudah mulai normal dari pandemi, Slamet Maarif bilang, muncul desakan dari umat di berbagai daerah untuk melakukan reuni 212 secara terbuka.

Ini bagi mereka penting, karena pada tahun lalu acara reuni 212 sendiri tak digelar secara terbuka, karena pandemi. Sehingga mereka memilih melakukan reuni secara virtual karena kerinduan yang memuncak.

“Tahun ini kita lihat banyak kegiatan terbuka digelar. Kemudian muncul desakan dari umat di berbagai daerah untuk kita lakukan secara terbuka. Maka kita kemudian meminta izin acara itu digelar di Monas, dipakai kembali untuk reuni,” kata dia dikutip AKI Petang, Jumat 3 Desember 2021.

Kata Slamet Maarif, Monas sendiri dipilih karena dianggap menjadi momen persaudaraan para alumni reuni 212. Akan tetapi, karena penggunaan Monas tak diizinkan, mereka akhirnya mengaku legowo.

Aksi reuni 212. Foto: Antara
Aksi reuni 212. Foto: Antara

Mereka sadar bahwa Monas memang tak boleh digunakan dahulu sampai 2022 mendatang.

Slamet Maarif kecewa reuni 212 dibubarkan

Lantaran Monas tak diizinkan, maka panitia, kata Slamet Maarif kemudian mengajukan izin keramaian ke Polisi dalam hal ini Polda Metro Jaya. Mereka berkukuh untuk menggelar reuni 212 di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.

Adapun mereka sedianya ingin mendirikan panggung untuk salat subuh berjamaah, munajat, zikir, dan tausiyah. Namun lagi-lagi, mereka tak mendapat izin karena alasan kekhawatiran akan covid yang melonjak.

“Setelah itu, berdasarkan arahan dan aspirasi para ulama dan umat di berbagai daerah, kita kemudian coba menyelenggarakannya di Masjid Az Zikra Sentul. Ini dimaksudkan agar jemaah dapat lebih terkendali dan dibagi-bagi massanya dengan yang di Patung Kuda,” katanya.

Emak-emak peserta Reuni 212 bentak polisi. Foto: Twitter
Emak-emak peserta Reuni 212 bentak polisi. Foto: Twitter

Akan tetapi, lagi-lagi tak mendapat izin. Di detik-detik terakhir itulah, banyak ummat yang tetap meminta agar reuni 212 tetap digelar di Patung Kuda.

“Nah, kita lihat ini berbahaya kalau dilepas. Maka kami kemudian menggunakan hak kami sebagai warga negara untuk menyampaikan pendapat, aspirasi di depan umum dan dilindungi UU,” katanya.

“Makanya panitia menyebar pemberitahuan dan menyebut bahwa aksi ini super damai. Ini hak kami untuk menyampaikan pendapat. Surat pemberitahuan juga sudah diterima Polda Metro. Setelah difoto, surat dikembalikan. Tetapi sudah diterima mereka (Polisi),” kata Slamet Maarif soal reuni 212 kemarin.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS