page hit counter
Kenapa Mabes Polri ikut turun gunung cecar Yayasan Yosef?

Kenapa Mabes Polri ikut turun gunung cecar Yayasan Yosef?

Gedung Bareskrim Polri. Foto: Ist

Belum terungkapnya kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang, membuat Bareskrim Mabes Polri ikut turun gunung. Setidaknya hal itu terpantau dalam pemeriksaan ke-9 kalinya terhadap Yosef Hidayah, pada Senin 13 September 2021, di mana mereka mencecar pertanyaan soal yayasan.

Kasus pembunuhan sendiri hingga kini memasuki hari ke-27 dari peristiwa terjadi. Namun Polisi belum juga mengumumkan siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Diketahui Yosef merupakan orang yang memiliki Yayasan Bina Prestasi Nasional. Yayasan sekolah SMP dan SMA ini beralamat di Serangpanjang, Subang. Menurut Rohman, penyidik dari Polres Subang dan Bareskrim Polri mencecar kliennya soal aset yayasan.

Termasuk soal aset yang saat ini dimiliki Yosef. “Ada berita acara tambahan, yang pertama tentang pendirian yayasan. Yang kedua tentang aktivitas dari klien kami sebelum kejadian serta setelah kejadian,” ujar Rohman kepada wartawan, dikutip Hops.id, Selasa 14 September 2021.

Yosef merupakan pemilik, akan tetapi ketua yayasan adalah Yoris (34) anak tertuanya. Adapun bendahara yayasan adalah Tuti dan sekretarisnya Amel. Dahulu, istri muda Yosef sempat memegang kendali yayasan sebagai bendahara. Namun karena keuangan memburuk, lantas kembali diambil alih Tuti dan Amel.

Yosef Hidayah dipanggil Polisi jalani pemeriksaan. Foto: Ist.
Yosef Hidayah dipanggil Polisi jalani pemeriksaan. Foto: Ist.

Selain soal Yayasan, tim dari Polres dan Bareskrim Polri juga sempat mendalami aktivitas Yosef baik sebelum dan setelah kejadian.

Kok Mabes Polri turun cecar Yayasan Yosef?

Diketahui, Yosef memang merupakan orang yang paling banyak diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Subang. Hingga kini sudah 9 kali Yosef diperiksa Polisi.

Soal turun tangannya Mabes Polri di kasus ini, Rohman enggan berkomentar banyak. Akan tetapi, kata dia, tim itu memang terpantau ikut memeriksa Yosef di Polres Subang.

Adapun Yosef sendiri diperiksa selama 8 jam pada 13 September 2021. Namun tim kuasa hukum mengaku tak mengetahui soal diperbantukannya tim dari Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan tambahan.

“Kebetulan pihak tim Kepolisian Polres Subang juga dibantu oleh Bareskrim. Itu juga di proses penyidikan. Tadi cuma BAP saja, ada obrolan dengan penyidik juga. Paling tidak sampai hari ini kita sangat kooperatif,” kata dia.

Sekolah SMP dan SMA milik Tuti korban pembunuhan Subang. Foto: Capture.
Sekolah SMP dan SMA milik Tuti korban pembunuhan Subang. Foto: Capture.

“Kalau memang Polisi membutuhkan, kita akan datang lagi,” kata dia.

Soal alasan mengapa Bareskrim Polri ikut turun tangan, Rohman mengaku tidak tahu. “Lebih baik ditanyakan itu ke penyidik. Tapi pada saat di BAP, mereka ada di sana. Sempat nanya-nanya juga. Saya enggak tahu alasan mereka ikut turun, itu bisa tanya ke penyidik,” kata dia.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS