page hit counter
Kemenkes Kirim Bantuan 19 Ton Oksigen untuk NTB

Kemenkes Kirim Bantuan 19 Ton Oksigen untuk NTB

MATARAM-Satu isotank oksigen berkapasitas 19 ton tiba di NTB, Kamis (29/7). Bantuan ini dikirim dari Gresik, Jawa Timur menggunakan kapal kargo Multi Express. ”Ini untuk kebutuhan produksi oksigen di BBS,” kata Ketua Satgas Pengendalian Ketersediaan Oksigen, Obat, dan Perbekalan Kesehatan NTB Ridwan Syah.

Tambahan bahan baku oksigen menjadi kabar baik. Apalagi selama lebih dari satu pekan ini, terjadi kelangkaan oksigen medis di sejumlah fasilitas kesehatan di NTB.

Ridwan mengatakan, upaya-upaya ekstra terus dilakukan pemprov, untuk menjamin ketersediaan oksigen di NTB. ”Gubernur sudah bersurat ke Kemenkes, meminta tambahan satu isotank lagi, untuk bisa dikirimkan ke NTB,” ujarnya.

Dalam salinan surat yang diterima Lombok Post, ada dua poin yang disampaikan gubernur dalam surat bernomor 447/13/DIKES/VII/2021. Pertama, terkait Pemprov NTB yang sudah membentuk Satgas Khusus Pengendalian Ketersediaan Oksigen berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 360-417 tahun 2021.

Kedua, dari data sistem informasi rumah sakit (SIRS), yang diinput seluruh rumah sakit di NTB, hingga 28 juli rata-rata ketersediaan oksigen hanya cukup selama 20 jam. Dengan kondisi tersebut, gubernur meminta satu tambahan bantuan lagi, berupa isotank oksigen.

Asisten III Setda NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, kedatangan isotank oksigen diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan di sejumlah RS. Terutama di wilayah timur NTB, seperti Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Dompu.

”Senin sore sudah dikirim sekitar 200 tabung ke Bima,” kata Eka, kemarin.

Satgas Pengendalian Oksigen konsentrasi pada pemenuhan oksigen di wilayah Bima Raya. Disebabkan kondisi wilayah yang jauh, sehingga membutuhkan waktu untuk proses distribusi oksigen.

Kondisi ketiga kabupaten/kota di timur NTB tersebut berbeda dengan Kabupaten Sumbawa. Kata Eka, Sumbawa memiliki oksigen generator, yang bisa mengisi 25 hingga 50 unit tabung setiap harinya.

”Bima Raya tidak punya itu. Makanya ketika Dompu kosong oksigen, itu sempat minta ke Sumbawa,” ujarnya.

Eka mengatakan, setiap pekan di Hari Kamis, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengirimkan satu isotank oksigen. Yang merupakan kuota untuk NTB.

Namun dengan kenaikan kasus covid sehingga berdampak pada peningkatan penggunaan oksigen, NTB membutuhkan satu isotank lagi. Agar setiap pekannya, ada dua isotank dengan kapasitas total mencapai 40 ton, untuk suplai oksigen di seluruh rumah sakit.

”Gubernur sudah bersurat resmi. Kalau tidak begitu, kuota kita tidak akan ditambah,” tutur Eka.

Eka mengatakan, wakil menteri kesehatan memberi sinyal positif terhadap permintaan gubernur. Hanya saja, dia belum bisa menjanjikan kapan kuota tambahan tersebut bisa dipenuhi. Sebab kelangkaan oksigen tidak saja terjadi di NTB.

”Seluruh daerah di Indonesia juga limit. Dari Jakarta bahkan minta langsung ke Singapura dan Cina,” ungkapnya. (dit/r5)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS