page hit counter
Kekebalan Komunitas Kunci Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi

Kekebalan Komunitas Kunci Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi

MATARAM-Pandemi Covid-19 memberi dampak luar biasa terhadap perekonomian di Kota Mataram. Butuh upaya ekstra yang dilakukan pemerintah agar bisa kembali memulihkan stabilitas ekonomi saat ini.

“Prinsip pemulihan ekonomi adalah ketika masalah kesehatan bisa tuntas. Sekarang kita masih dalam kondisi resesi,” ujar pakar ekonomi Unram Dr. Iwan Harsono kepada Lombok Post kemarin (3/6).

Dampak resesi ini bisa dilihat secara kasat mata. Lapangan kerja makin sulit, transaksi ekonomi berkurang menyebabkan toko kecil hingga supermarket banyak yang tutup. Di Mataram Mall misalnya, kondisi pusat perbelanjaan yang dulunya menjadi primadona ini kemarin (3/6) terlihat sepi. Banyak toko dan gerai yang sudah tutup. Membuat suasana mal ini nyaris mati suri.

“Sebagian dari kami dirumahkan. Jam kerjanya juga dikurangi yang semula delapan jam per hari menjadi hanya empat jam,” ungkap Karisma, salah satu pegawai di gerai Mataram Mall.

Kondisi Mataram Mal yang sepi ini dikatakannya memang sudah berlangsung sejak gempa 2018 lalu hingga pandemi. Sempat membaik jelang akhir tahun 2019. Namun tak pernah kembali seperti sediakala kala gempa disambung pandemi korona.

Dengan keadaan saat ini maka solusi yang harus segera dilakukan menurut pengamat adalah mempercepat vaksinasi. “Harus dipercepat karena teori kekebalan komunitas bisa mendorong pemulihan ekonomi,” ungkap Iwan Harsono.

Pemerintah diapresiasinya sudah melakukan refocusing anggaran beberapa kali. Untuk memberikan stimulus dan dorongan pemulihan ekonomi bagi warga. Namun kata kuncinya saat ini menurutnya adalah bagaiamana peningkatan atau percepatan vaksinasi. “Karena kalau orang masih takut beraktivitas di luar rumah, menyebabkan transaksi berkurang. Untuk membuat Mataram Mall itu bergairah kembali, harus ada peningkatan transaksi,” sarannya.

Peningkatan daya beli masyarakat menurun drastis akibat pandemi. Pendapatan yang terbatas menyebabkan orang tidak bisa belanja. “Saya tadi malam telpon teman saya di Eropa, tepatnya di Hungaria, di sana sudah stabil. Tidak ada pakai masker dan sudah tidak dibatasi lagi karena sudah terbentuk kekebalan komunitas. Di Australia juga sudah keluar dari resesi,” bebernya.

Tinggal kini bagaimana di Indonesia prokes dan langkah penanganan Covid-19 bisa dilaksnaakna dengan baik. Ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Mataram HM Charnoto mengatakan vaksinasi di Kota Mataram mencapai 67 ribu lebih. Dengan rincian vaksinasi layanan punblik 40.952 orang dari target 952 atau 4.264 persen. Kemudian vaksinasi Nakes sebanyak 7.638 orang atau 108 persen, vaksinasi lansia 12.574 atau 94,8 persen dan vaksinasi guru mencapai 5.944 orang.

“Dari target yang diberikan ada yang sudah terlampaui dan ada yang hampir mencapai target. Ini yang menyebabkan herd imunity di Kota Mataram sekitar 25-30 persen,” jelasnya.

Target vaksinasi lansia yang semula dinaikkan dikembalikan ke target semula 13.360 orang. Karena target yang diberikan Pemerintah Provinsi sulit dipenuhi kabupaten kota lain. Mataram saat ini menjadi daerah dengan tingkat vaksinasi yang cukup tinggi.

“Kalau mengacu ke pusat herd imunity itu 70 persen dari jumlah penduduk. Kalau di Kota Mataram sekitar 190.000,” tandas Charnoto. (ton/r3)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS