page hit counter
Kebijakan New Normal Tak Kunjung Disetujui, Ekonomi NTB Makin Merosot

Kebijakan New Normal Tak Kunjung Disetujui, Ekonomi NTB Makin Merosot

Berita Mataram – Salah satu dampak dari adanya pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Barat ini adalah merosotnya kondisi ekonomi daerah. Berbagai kebijakan yang membatasi pergerakan baik di sektor ekonomi dan sektor lainnya membuat daerah tidak memiliki pendapatan sama sekali. Beberapa penggerak ekonomi di daerah seakan-akan terhenti mengakibatkan bertambahnya angka pengangguran di NTB.

Kondisi ini membuat para pemegang kebijakan harus berpikir keras agar dapat keluar dari masalah tersebut. Salah satunya adalah akan diberlakukannya penerapan new normal atau kenormalan baru dalam kehidupan masyarakat. Kebijakan new normal ini berupa pemberian kelonggaran berbagai sektor penggerak ekonomi, contohnya dibukanya beberapa pusat perbelanjaan dan akses masuk ke wilayah NTB.

Namun ternyata, kebijakan new normal ini ditolak oleh pemerintah pusat, karena sesuai fakta, tingkat penyebaran virus corona di Provinsi NTB terbilang cukup tinggi, bahkan masuk dalam 10 besar di Indonesia. Tentu saja hal ini membuat penerapan new normal akan sangat beresiko. Hingga hari ini saja jumlah pasien positif corona di NTB berjumlah 891 orang dengan rincian 337 orang masih dirawat, 522 sudah sembuh dan 32 orang meninggal dunia.

Angka tersebut masih cukup tinggi dibandingkan dengan persyaratan dari pemerintah pusat yaitu jumlah kasus positif mengalami penurunan hingga 50% secara terus-menerus. Sedangkan saat ini di NTB grafik kasus positif mengalami turun naik sehingga kebijakan new normal belum disetujui pemerintah pusat.

Menurut Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan NTB Achris Sarwani, kondisi ekonomi daerah sedang mengalami penurunan yang drastis. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II dan III adalah yang paling parah di tahun ini, dan akan mengalami kenaikan sedikit pada kuartal ke IV.

Meskipun demikian Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah sedang mempersiapkan aturan-aturan dan SOP jelang new normal. SOP tersebut menjadi acuan dan panduan dalam kehidupan masyarakat di era new normal yang sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS