page hit counter
Kasus Pengadaan Alsintan di Lotim Jadi Atensi Khusus Kejaksaan

Kasus Pengadaan Alsintan di Lotim Jadi Atensi Khusus Kejaksaan

MATARAM-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Timur (Lotim) telah menemukan potensi kerugian negara kasus pengadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan) tahun 2018. Potensi itu ditemukan berdasarkan hasil penyidikan. ”Potensi kerugian negaranya Rp 1 miliar lebih,” kata Kepala Kejari Lotim Irwan Setiawan saat ditemui di kantor Kejati NTB, Selasa (29/6).

Penyidik Kejari Lotim terus berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memperkuat perhitungan kerugian negara. Seluruh dokumen sudah diserahkan untuk mempercepat proses audit. ”Rencana kita akan turun melakukan audit lapangan bulan depan,” terangnya.

Irwan memahami petugas di BPKP terbatas. Sementara yang diaudit cukup banyak. ”Makanya perhitungan kerugian negaranya agak sedikit lambat. Tetapi, saat ini progresnya sudah cukup bagus. Semua dokumen yang dibutuhkan sudah kita serahkan,” bebernya.

Dia belum mengetahui, apakah setelah audit kerugian negaranya bisa berkurang atau lebih dari hasil temuan awal penyidik. ”Makanya tunggu saja hasil auditnya nanti. Kasus ini menjadi atensi karena potensi kerugian negaranya cukup besar,” kata dia.

Diketahui, pengadaan bantuan Alsitan tahun 2018 dianggarkan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian sebesar Rp 2 miliar. Alsintan itu dibagikan kepada 21 kelompok tani dan tiga UPJA. Jenis alsintan yang dibagikan traktor roda empat, sprayer pertanian, pompa air, dan rice transplanter.  ”Beberapa alsintan itu sudah kita sita,” terangnya.

Alsintan yang dibagikan ke 21 kelompok tani dan tiga UPJA terindikasi tidak sesuai spesifikasi. Ada juga beberapa alsintan yang dibagikan sudah dijual dan tidak berfungsi. ”Jadi belum semua alsintan yang kita sita. Yang sudah disita itu kita jadikan sebagai barang bukti proses penyidikan,” kata dia.

Penyidik juga sudah melengkapi keterangan saksi. Sejumlah penerima alsintan dan pejabat pembuat komitmen sudah dimintai keterangan. ”Saksi-saksi sudah kita periksa.  Begitu juga saksi ahli,” jelasnya. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS