counter hit make

Kasus Kematian Zaenal Abidin Terkuak

Kasus Kematian Zaenal Abidin Terkuak

Warta Mataram – Kasus kematian Zaenal Abidin (29) yang sempat membuat geger hingga menimbulkan demo mulai terkuak. Kasus kematian Zaenal terkuak setelah muncul pengembangan oleh kepolisian serta keterangan dari saksi termasuk keponakan korban.

Zaenal Abidin, seorang pemuda asal Desa Paok Motong, Lombok Timur, beberapa pekan lalu tewas setelah diduga terlibat perkelahian dengan anggota Satlantas di Satlantas Polres Lombok Timur. Alasannya perkelahian tersebut dihubungkan dengan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan Zaenal.

Salah satu saksi kunci dalam kasus ini, Ikhsan yang merupakan keponakan Zaenal Abidin memberikan keterangan mengenai kejadian. Ikhsan mengaku bahwa dia melihat ada tiga oknum polisi yang memukul pamannya tersebut dengan menggunakan traffic cone atau kerucut lalu lintas.

Sebelumnya, Ikhsan mengatakan bahwa saat sampai di halaman Satlantas, pamannya terlebih dahulu melakukan pemukulan terhadap petugas polisi dengan menggunakan tangan untuk meminta motor yang disita saat operasi lalu lintas. Kemudian tidak diketahui bagaimana terjadi pembalasan.

Dalam keterangannya Ikhsan juga mengatakan pamannya tidak hanya dipukul di halaman Satlantas saja, namun juga dipukuli di atas mobil patroli yang mana dalam keterangannya Ikhsan mengatakan polisi yang berbeda. Pemukulan itu terjadi saat dirinya kembali setelah memanggil seorang polisi.

Dari beberapa informasi baru dari perkembangan kasus ini, Kapolda NTB Irjen Nana Sudjana mengaku akan segera menetapkan tersangka dalam kasus kematian Zaenal Abidin. Bahkan Kapolda juga berjanji akan segera tetapkan tersangka kurang dari tiga pekan saat ditemui oleh Tribunnews.

Hingga kini, Polda NTB masih terus melakukan investigasi dan juga terus mengembangkan kasus lebih dalam. Hingga kini pihak Polda NTB telah memeriksa 14 orang yang diduga melakukan penganiayaan meski belum bisa menentukan tersangka karena statusnya masih saksi dan perlu bukti

Meski memang dalam keterangannya yang disampaikan, sudah diakui oleh Nana bahwa sudah ada petunjuk untuk menetapkan tersangka. Namun, ia menegaskan bahwa perlu memeriksa lebih dalam terkait peran dari terduga pelaku penganiayaan serta bukti-bukti yang masih perlu dikumpulkan.