page hit counter
Kasus Aipda Ambarita dan Aiptu Jakaria, Benny Mamoto: Kadang Polisi muda lebay

Kasus Aipda Ambarita dan Aiptu Jakaria, Benny Mamoto: Kadang Polisi muda lebay

Aipda Ambarita

Aipda Ambarita dan Aiptu Jakaria adalah dua Polisi yang dimutasi Polda Metro Jaya. Keduanya dikenal sebagai Polisi ‘artis’ yang banyak dikenal publik. Namun Aipda Ambarita belakangan tersangkut prahara karena melakukan pemeriksaan HP warga, tanpa mengindahkan SOP.

Lantas, seperti apa Kompolnas melihat kasus ini? Ketua harian Kompolnas Benny Mamoto menyinggung apakah bisa Polisi seenaknya mengecek HP warga, dan merupakan bagian tugas dari Polisi. Seperti yang dilakukan Aipda Ambarita.

“Sesungguhnya Polisi diberi kewenangan oleh UU untuk memeriksa identitas, ambil foto sidik jari dan sebagainya. Tetapi tentu harus jelas konteksnya. Sebab ada syarat seperti apakah mesti pakai surat perintah, lalu ada saatnya peristiwa tangkap tangan yang membutuhkan langkah segera dan sebagainya,” katanya dikutip AKI malam, Kamis 21 Oktober 2021.

Dalam catatan kasus Aipda Ambarita, Polisi diminta untuk tetap menghargai dan menghormati privasi yang diperiksa. Andaipun diperlukan, maka Polisi diminta tetap harus memeriksa dengan konteks yang jelas.

“Misal dalam satu peristiwa dimana ada saksi yang merekam penting. Nah Polisi perlu menjelaskan kalau dia memerlukan dokumentasi tentang peristiwa tadi. Apakah dia berkenan untuk membuka HP dan dokumen yang didapat. Apakah foto itu bermanfaat bagi Polisi untuk mendalami penyelidikan dan sebagainya,” kata dia.

Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto. Foto: Ist.
Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto. Foto: Ist.

Aipda Ambarita sewenang-wenang

Kata Benny, jika Polisi tersebut menyampaikan dengan sopan dan argumentasinya bisa diterima, maka mereka akan diberikan apa yang diinginkan oleh warga.

“Dan yang buka HP-nya warga sendiri, karena itu menyangkut privasi orang lain. Itulah yang kemudian jadi masalah ketika HP diambil dengan cara paksa. Karena masyarakat akan jadi terganggu,” katanya.

Maka itu, pada kesempatan itu, apa yang dilakukan Polda Metro dinilainya sudah tepat dengan menyebut kalau beliau ada indikasi pelanggaran SOP.

Ketika ditanya apakah masyarakat bisa menolak ketika Polisi hendak memeriksa HP-nya, Benny bilang selama Polisi memiliki tujuan yang jelas, maka tak bisa menolak. Apabila jika hal itu berkaitan dengan suatu peristiwa.

Maka Polisi pun diminta bisa melengkapi diri dengan surat tugas, penggeledahan, atau SOP dengan cara-cara legal.

Terkait fenomena kasus Aipda Ambarita, dan Aiptu Jakaria, Benny mengatakan, memang diakui banyak polisi muda yang tak cukup matang dalam tugasnya. Di mana, kadang mereka dinilai berlebihan karena merasa memiliki power dan sebagainya.

Jacklyn Choppers
Jacklyn Choppers Foto: Dok pribadi

“Kita lihat anak muda (Polisi) sekarang tak cukup matang dalam tugas, jadi kadang mereka berlebihan, karena merasa punya power dan sebagainya. Mereka lupa kalau publik sekarang sangat kritis, dan selalu melakukan pengawasan transparan.

Ini kemudian diminta menjadi pembelajaran Polri untuk tetap mematuhi SOP yang ada, dan lebih humanis saat komunikasi dengan masyarakat.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS