page hit counter

Kadin dan Disdag Maksimalkan Ekspor

MATARAM-Tim Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB melakukan pertemuan dan pembahasan bersama Dinas Perdagangan NTB. Hajatnya, menghasilkan langkah strategis mendorong pengembangan ekspor komoditas potensial NTB.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang UMKM Anas Amrullah mengatakan, NTB memiliki peluang yang amat besar untuk melakukan eskpor aneka produk. Namun terkendala kurangnya peran aggregator agar bisa menjual produk lokal tersebut ke pasar Internaisonal.

”Kalau kita bicara ekspor besar, maka dibutuhkan itu peran aggregator,” katanya dalam kunjungan ke Dinas Perdagangan NTB, Rabu (13/10).

Ia mencontohkan komoditas kopi yang amat diminati pasar luar negeri. Terbukti dari permintaanya yang membludak usai berpartisipasi dalam Coffeex Istanbul di Turki, September lalu. Ada juga vanili, teripang, lobster, porang, serta sarang burung walet yang juga tak kalah saing. Pihaknya berupaya meluruskan persoalan demi mendapatkan hasil yang lebih komprehensif di lapangan.

Salah satu yang disorot adalah kesiapan sisi hulu. Misal, kesiapan pihak produsennya, komoditas itu sendiri, pihak petani, nelayan, maupun peternak. ”Untuk itu kedepannya akan dibutuhkan focus group discussion yang lebih tajam per komoditi,” katanya.

Ia menilai, salah satu kendalanya juga datang dari terbatasnya kemampuan sisi hulu memenuhi kebutuhan ekspor. Dalam hal ini permintaan biasanya datang dalam skala amat besar. Selain persoalan kuantitas, klaster masing-masing juga harus diidentifikasi. Misal, para petani yang telah terdata dari nama hingga alamatnya. Hingga standar kualitas sesuai permintaan buyer. Dengan kata lain, harus mengetahui masalah lapangan seperti apa sehingga skema  ini bisa diurai secepatnya.

Soal sisi hilir atau buyer, pihaknya yakin peluang tersebut terbuka lebar. ”Memenuhi permintaan ekspor yang sesuai mata rantai hulu hingga hilir perlu kita perhatikan,” jelas Anas.

Upaya ini dipercaya dapat membuka jalan bagi dunia usaha lokal sebagai aggregator masuk ikut mendukung upaya tersebut. Terpenting, keterbukaan peluang dan gambaran detil telah ditelurusuri oleh Kadin NTB. Dengannya pelaku usaha bisa leluasa menempatkan diri dalam salah satu skema ekosistem tersebut.

”Jangan sampai kesempatan ini justru diambil alih oleh pelaku usaha dari luar NTB,” tegasnya.

Kepala Dinas Perdagangan NTB Fathurrahman menyebut, kolaborasi dari berbagai pihak menjadi kunci. Kadin sendiri merupakan representasi dari beberapa pengusaha besar se-NTB. ”Mudahan sinergi ini kita lakukan mendapat hasil yang optimal,” imbuhnya. (eka/r9/*)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS