page hit counter

Kabar Baik, ke Gili Tak Perlu Swab

TANJUNG-Kabar baik menghampiri dunia pariwisata Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dinas Pariwisata Lombok Utara akan menerapkan program bubble destination untuk destinasi unggulan. Itu membuat wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang tak lagi perlu melakukan swab.

”Bubble destination ini untuk menyikapi kondisi pandemi saat ini. Kita serba diatur, perjalanan diatur, bertemu, hingga jumlah orang pun diatur,” tutur Kepala Bidang Destinasi Bratayasa,  (24/8).

Ia menjelaskan ini merupakan inovasi yang diprakarsai Lembaga Administrasi Negara (LAN). Pihaknya berupaya menyehatkan aturan saat ini dengan mencari kesamaan. ”Makanya pertama kita buta koridor jalur khusus untuk destinasi zona hijau,” sambung dia.

Ia mencontohkan seperti di Desa Gili Indah (tiga gili) dan Desa Senaru yang masuk zona hijau. Maka orang yang di Senaru tidak perlu swab lagi ketika masuk ke Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air (Tramena). Artinya, wisatawan yang berasal dari zona hijau tidak perlu lagi melakukan swab ketika akan memasuki Gili Tramena.

”Karena sama-sama zona hijau,” kata dia.

Agar ini berhasil, Brata mengatakan, pemda harus benar-benar mampu mengontrol Covid-19, dengan memastikan wisatawan datang dari zona hijau. Selain itu, persiapan lingkungan dengan kajian-kajian standar Covid-19 hingga kapasitasnya perlu dilakukan.

”Harus dihitung semua,” tegas dia.

Upaya ini agar pariwisata tetap jalan meski di tengah pandemi. Sehingga perekonomian warga setempat dan pelaku wisata tetap bisa berputar.

”Dengan harapan misalkan direct dari Bali jadi langsung ke Gili tanpa harus dikarantina atau swab, jadi bisa langsung masuk,” jelas dia.

Ia melanjutkan, bubble destination saat ini masih antara zona. Setelah itu baru dilanjutkan dengan antara kabupaten, dan antara provinsi. Koordinasi antara negara juga akan ada nantinya. Seperti Malaysia, Korea Selatan, dan Islandia.

”Makanya dengan ini, kita juga akan menawar diri bahwa Gili zero covid.  Sehingga bisa menjadi sasaran tamu luar negeri,” jelas Brata.

Ia menambahkan, kelebihan dari bubble destination ini adalah semuanya menjadi terkontrol. Selain itu pengeluaran uang tamu bubble destination setara bahkan lebih dibandingkan tamu reguler. Namun hal itu tak berarti pihaknya meremehkan tamu reguler. Mereka tetap menjadi bagian bubble destination dengan menerapkan protokol kesehatan.

”Mereka (tamu regular, Red) diswab, agar tidak terkontaminasi dengan tamu bubble tadi,” beber dia.

Untuk menerapkan program tersebut, Gili Tramena harus 100 persen tervaksin. Saat ini, Gili Tramena sudah memenuhi syarat tersebut.

”Tinggal Senaru, rencananya kita akan melakukan vaksin juga di sana seperti di gili,” tandas dia.

Kasi Pemasaran dan Analisa Pasar Dispar Lombok Utara Alwi Agusto mengatakan, program bubble destination sangat bagus untuk dunia pariwisata. Sebab dengan sederat kebijakan, wisatawan mancanegara tidak perlu lagi diswab ketika masuk ke Gili Tramena.

”Kami sih berharap juga agar ini tidak hanya program saja, tapi realisasinya nyata dan ada,”pungkas dia. (fer/r9)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS