page hit counter
JK: Indonesia wait and see soal Taliban, kuncinya sih perempuan

JK: Indonesia wait and see soal Taliban, kuncinya sih perempuan

Pertemuan Jusuf Kalla dengan pemerintah Afghanistan

Taliban kini sudah menguasai Afghanistan. Mereka sedang merumuskan pemerintahan Emirat Islam Afghanistan. Bagaimana ya bagusnya Indonesia bersikap atas rezim Taliban di Afghanistan ini? Bagaimana ya kunci hubungan Indonesia Taliban ke depan nanti ya.

Ada banyak analisis bagaimana nanti sikap pemerintah Indonesia pada rezim Taliban setelah mulus kudeta pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.

Taliban dan Indonesia

Jusuf Kalla bertemu ulama-ulama membahas rencana perwujudan perdamaian di Afghanistan. Foto: Antara
Jusuf Kalla bertemu ulama-ulama membahas rencana perwujudan perdamaian di Afghanistan. Foto: Antara

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan hampir semua negara di dunia kini sedang menunggu apakah Taliban ini akan lebih terbuka atau tidak dengan dunia internasional. Keterbukaan rezim Taliban ini menjadi kunci lho.

Sebab rezim Taliban ini sudah sejak awal menjanjikan perubahan dibanding dua dekade lalu, lebih moderat. Misalnya perempuan dibolehkan untuk beraktualiasi di ruang publik.

“Jadi Indonesia ini akan wait and see, hampir semua negara di dunia juga begitu. Apakah janjinya untuk beri kesempatan pada perempuan dan ekonomi terbuka,” kata JK dalam wawancara dengan Kompas TV kemarin.

Keterbukaan ini, kata JK, akan menjadi salah satu pertimbangan negara di dunia untuk menjalin hubungan bilateral dengan rezim Taliban. Kalau ekonomi Afghanistan tak terbuka malah jadi bumerang.

“Masalah ekonomi ini berjalannya bagaimana, kan anggarannya yang lalu ditanggung Amerika. Ekonomi (Afghanistan) semuanya Amerika Serikat, sekarang mereka nesti berdiri sendiri. Jadi akan terjadi hubungan (Indonesia) dengan pemerintahan Taliban,” katanya.

JK mengatakan pemerintah dalam ke depan akan menunggu praktik dan janji Taliban yang mau terbuka dengan dunia internasional, apakah juga menjalankan pemerintahan yang baik.

Kalau ini dijalankan Taliban, JK yakin dunia internasional akan mendukung Taliban.

Hampir senada, pengamat Timur Tengah Hasbullah Sastrawi meminta pemerintah Indonesia mesti cermat perkembangan yang terjadi di Afghanistan.

Kalau perlu, menurutnya, pemerintah Indonesia melanjutkan langkah yang dirintis JK saat menjabat wakil presiden, menjadi mediator konflik di Afghanistan.

Hasbullah mengatakan Indonesia punya modal bagus untuk menjalin hubungan dengan rezim Taliban.

“Indonesia punya latar belakang (masalah) yang mirip (Afghanistan). Di sini banyak aliran tapi bisa contohkan beda aliran di sini tak harus cakar-cakaran,” katanya dalam wawancara Kompas TV.

Selain itu, Indonesia mesti pula mendekati kelompok yang dulunya pergi dari Tanah Air ke Afghanistan atau kelompok pendukung Taliban di Indonesia.

Mengapa demikian, Hasbullah khawatir, pendukung Taliban di Indonesia tahunya Taliban masih seperti 20 tahun lalu. Padahal Taliban kini menjanjikan perubahan dengan moderat.

“Takutnya (pendukung Taliban di Indonesia) masih mengira Taliban seperti 20 tahun silam. Ini kan sudah baru. Supaya ada penjajakan, sebab bisa saja Taliban baru ini sebelumnya dipercaya, bahkan oleh rakyat Afghanistan sendiri,” kata dia.

Respons pemerintah Indonesia

Presiden Jokowi pidato di Sidang Umum PBB.
Presiden Jokowi pidato di Sidang Umum PBB. Foto BPMI Setpres/Kementerian Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri mengungkapkan saat ini fokusnya adalah mendorong stabilitas terjadi di Afghanistan.

Kemenlu mengatakan Indonesia terus berkomunikasi dengan semua pihak di Afghanistan dan perwakilan PBB serta perwakilan asing di Afghanistan lho.

“Indonesia memantau secara dekat perkembangan yang sangat cepat yang terjadi di Afghanistan. Indonesia berharap penyelesaian politik tetap dapat dilakukan, melalui Afghan-owned, Afghan-led,” kata Kemenlu dalam rilisnya.

Kemenlu mengharapkan perdamaian dan stabilitas tentunya sangat diharapkan oleh masyarakat Afghanistan dan dunia internasional.

Kemenlu mengatakan WNI di Afghanistan juga menjadi prioritas. Makanya skema evakuasi sudah disiapkan jika kondisi makin tidak stabil.

“Keselamatan WNI, termasuk staf KBRI Kabul, merupakan prioritas pemerintah Indonesia. Persiapan evakuasi terus dimatangkan, antara lain melalui komunikasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan. Misi KBRI Kabul akan tetap dijalankan dengan tim esensial terbatas, sambil terus dilakukan pemantauan situasi keamanan di Afghanistan,” kata Kemenlu.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS