page hit counter
JK apresiasi Taliban, FH: Pendukungnya punya wajah sama, aura buruk, dan penuh benci

JK apresiasi Taliban, FH: Pendukungnya punya wajah sama, aura buruk, dan penuh benci

Kelompok Taliban. Foto: Then24

Mantan politikus partai Demokrat yang kini jadi pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean (FH) mengomentari soal sejumlah pihak yang jadi pendukung gerakan kelompok Taliban di Afghanistan.

Berdasarkan pantauannya sejauh ini, Ferdinand menilai para akun maupun tokoh pendukung Taliban memiliki persamaan dengan anggota Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan saat ini.

“Saya mencoba invetarisir tokoh-tokoh dan akun-akun pendukung teroris taliban yang menguasai Afghanistan,” kata Ferdinand Hutahaea, dikutip Hops pada Rabu, 18 Agustus 2021.

Taliban
Taliban duduki kantor presiden Afghanistan. Foto Twitter @PamirNews |JK apresiasi Taliban, FH: Pendukungnya punya wajah sama, aura buruk, dan penuh benci

Ferdinand pun menjelaskan persamaannya yakni, memiliki aura wajah negatif, aneh, memancarkan kebencian, hingga tak manusiawi.

“Ada satu persamaan diantara wajah mereka, sama-sama aneh, aura buruk negatif, terlihat wajah memancarkan kebencian dan tidak manusiawi,” imbuhnya.

Kendati demikian tak diketahui lebih lanjut siapa tokoh atau pihak yang dimaksud oleh Ferdinand.

Apresiasi dari Jusuf Kalla

Namun beberapa waktu lalu, salah satu tokoh nasional yang mengapresiasi sikap dari Taliban ialah mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla.

Dalam pernyataannya beberapa waktu lalu, Jusuf Kalla berharap agar Taliban bisa bersikap jauh lebih baik dari sebelumnya.

Dia menjelaskan, Taliban akan jauh lebih moderat dibanding dengan beberapa dekade silam. Makanya Jusuf Kalla optimis, Afghanistan tidak akan jatuh dalam pertumpahan daran dan perang saudara.

Jusuf Kalla (JK). Foto: Ist.
Jusuf Kalla (JK). Foto: Ist.

Pria yang akrab dipanggil ‘JK’ ini pun bakal mengapresiasi apabila kekuasaan bisa berpindah secara damai tanpa adanya korban.

“Saya harapkan Taliban tidak seperti yang dulu, saya apresiasi transfer kekuasaannya secara damai,” ujar JK, dalam siaran pers, dikutip Hops dari Warta Ekonomi pada Senin, 16 Agustus 2021.

“Baik Taliban maupun pemerintah Afghanistan sama-sama meyakini bahwa mereka bersaudara dan tidak akan memerangi negara yang sudah ditinggalkan oleh Amerika Serikat,” sambungnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI ini juga mamaparkan dia sempat mewakili Pemerintah RI beberapa kali terlibat dalam perundingan dan berbicara langsung dengan Presiden Ghani, serta para petinggi Taliban.

Bahkan perwakilan Afghanistan dan pemimpin politik Taliban, secara bergantian diundang makan di kediaman dinas Wakil Presiden RI di Menteng, Jakarta Pusat.

“Saya kenal baik dengan Presiden Ashraf Ghani dan Kepala Kantor Politik Taliban Mullah Abdul Gani Baradar. Akhir Desember tahun lalu, saya bertemu Presiden Ghani di Kabul. Sedangkan Januari 2021 lalu saya bertemu Mullah Baradar di Doha, Qatar. Mereka akan berupaya menyelesaikan secara damai konflik di Afghanistan yang sudah berjalan hampir 30 tahun,” tutur Jusuf Kalla.

Lebih lanjut Jusuf Kalla mengimbau kepada pemerintah Afghanistan nantinya agar tetap bersifat terbuka dengan negara-negara lain dan menjalin kerjasama ekonomi.

Terlebih, pihaknya sudah menyampaikan tidak akan mengusik kantor-kantor kedutaan besar negara asing di Afghanistan, apalagi Kedubes RI.

JK menambahkan kini dunia menantikan masa depan Afghanistan setelah Taliban berkuasa.

Dia lantas mengklaim Indonesia punya peran penting di Afghanistan dalam menjajaki perdamaian kemarin, sehingga pemerintah RI juga harus mendukung upaya damai sekarang saat Taliban memimpin Afghanistan, pasca penarikan tentara asing akhir bulan agustus ini.

“Saya harapkan Afghanistan terbuka dengan kerja sama dengan negara-negara lain yang tidak punya kepentingan politik, tetapi kerjasama perekonomian,” imbuhnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS