page hit counter
Jenderal Dudung strategi jitu gusur loyalis Gatot di TNI, kadrun kaget

Jenderal Dudung strategi jitu gusur loyalis Gatot di TNI, kadrun kaget

Jenderal Dudung Abdurachman pantau reuni 212 di Monas

Jenderal Dudung Abdurachman cepat banget naik pangkatnya dari bintang dua menjadi binang empat, tidak sampai 2 tahun. Ternyata penunjukan Jenderal Dudung sebagai KSAD ini ini strategi khusus Jokowi untuk menyingkirkan loyalis Jenderal Gatot Nurmantyo di TNI lho.

Yang bilang dan menganalisis ini adalah Denny Siregar, pegiat media sosial dan penulis yang merupakan pendukung Jokowi.

TNI penyusupan kaum radikal

Dia berpendapat TNI belakangan ini terancam dengan penyusupan kelompok radikal. Makanya jurus menempatkan Jenderal Dudung ini adalah bagian dari bersih-bersih TNI dari upaya penyusupan tersebut.

Prajurit wanita TNI AD
Prajurit wanita TNI AD. Foto Instagram @kowad.14hasanuddin

Denny mengatakan ancaman penyusupan TNI oleh kelompok radikal ini, bisa dilihat dari kiprah mantan Panglima TNI Jenderal purn Gatot Nurmantyo yang makin kelihatan manuvernya setelah pensiun.

Jenderal Gatot diduga dekat dengan kelompok radikal demi memuaskan misi pribadinya. Apalagi, kata Denny, jejak Gatot juga terlacak dekat dengan kelompok yang terus teriak minta Presiden Jokowi mundur.

“Jadi Jenderal Dudung membalikkan persepsi dan ketakuran publik (TNI disusupi kaum radikal) ketika Dudung menjabat Pangdam Jaya yang mana perintahkan copot baliho copot HRS,” jelas Denny.

Dudung taktik gusur loyalis Jenderal Gatot

Langkah tegas Jenderal Dudung ini bikin kaget kaum kadrun, kata Denny. Kelompok ini yang merasa sudah di atas angin bisa pegang TNI AD untuk membenturkan dengan polisi yang kerap menguber kelompok ini, jadi makin kecewa dengan munculnya Dudung.

Jenderal Gatot Nurmantyo
Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto tni.mil.id

Kalau dilihat dan dicermati, Denny merasa, naiknya Dudung ini memang taktik untuk melawan kelompok ini.

“Naiknya pangkat Dudung begitu cepat adalah strategi jitu, seperti grand strategi mengingkirkan loyalis Gatot yang bercokol di TNI,” kata Denny menganalisis di Cokro TV, dikutip Sabtu 4 Desember 2021.

Mengapa penting TNI harus dibersihkan dari loyalis Gatot dan ancaman radikal, Denny mengatakan lihat manuver pada Pemilu 2019 lalu. Banyak anggota TNI yang dipengaruhi purnawirawan berpihak. Padahak kan TNI mesti netral.

“Nah penting sekali peran Dudung seperti saat ini. Jadi akhirnya Jokowi pilih Dudung, yang nanti bisa sebagai Panglima menggantikan Jenderal Andika, itu bukan pilihan salah. Presiden butuh orang kepercayaan yang bisa mengamankan situasi. Itu wajar dan tak perlu diperdebatkan (Panglima kok matra TNI AD terus)” jelasnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS