counter hit make

Jenderal AS akui negaranya tertinggal dari China dan Rusia soal senjata hipersonik, sebut ini sebabnya

Rusia berhasil ujicoba rudal hipersonik Tsirkon. Foto: The Moscow Times

Jenderal Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS), David Thompson memperingatkan bahwa kemampuan rudal hipersonik AS tidak semaju seperti yang dimiliki China dan Rusia. Pernyataan itu menyiratkan bahwa AS tertinggal dalam memproduksi persenjataan terbaru dan paling mutakhir tersebut.

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan di Forum Keamanan Internasional Halifax di Kanada, Thompson menyatakan bahwa Amerika Serikat yang tertinggal dari China dan Rusia dapat merugikan keamanan nasional.

“Kita tidak secanggih China atau Rusia dalam hal hipersonik. Kita harus mengejar ketertinggalan dengan sangat cepat. China memiliki program hipersonik yang luar biasa. Ini adalah perkembangan yang sangat memprihatinkan. Itu sangat memperumit masalah peringatan strategis,” ujar Thompson disitat Sputniknews, Senin 22 November 2021.

Kemudian, Thompson juga membandingkan penggunaan rudal hipersonik dengan pertarungan bola salju. Kata dia, China dan Rusia mengubah permainan untuk pertahanan dan keamanan nasional.

Rudal hipersonik China. Foto: NYP
Rudal hipersonik China. Foto: NYP

“Ketika bila salju dilempar, Anda biasanya dapat memprediksi di mana itu akan mendarat. Namun, jika proyektil dilemparkan ke arah yang berbeda, akan lebih sulit untuk dideteksi, tetapi tetap akan mengenai Anda,” tambah Thompson.

“Itu yang dilakukan kendaraan hyperglide (rudal hipersonik kelas lain). Anda akan sulit untuk memprediksi. Jadi, setiap peluncuran jenis tertentu, ke manapun tujuannya, kini berpotensi menjadi ancaman,” katanya.

Sang Jenderal juga mengakui bahwa kecepatan perkembangan China telah menyusul negara-negara paling maju dan Amerika Serikat dengan sangat luar biasa. Dia juga mengakui bahwa China telah bergerak dengan sangat cepat di bidang luar angkasa.

“Dalam hal teknologi dan kemampuan mereka, saya berpendapat bahwa kami, baik AS maupun mitra kami dan sekutu kami, masih yang terbaik di dunia dalam hal teknologi itu. Tapi mereka (China) sudah sangat cepat. Mereka mendaur ulang teknologi mereka dengan lebih cepat, dua kali lipat dari kita,” ujar Thompson lagi.

Jenderal Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS), David Thompson. Foto: Air Force Magazine
Jenderal Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (AS), David Thompson. Foto: Air Force Magazine

Menurut Thompson, jika perkembangan cepat China ini dapat bertahan untuk waktu yang lama, maka negari Tirai Bambu itu kemungkinan akan melebihi AS dalam hal kapabilitas.

“Mereka berniat menggunakan ruang angkasa seperti yang mereka lihat kita gunakan selama beberapa dekade,” imbuhnya.

Thompson menjelaskan, ketertinggalan AS oleh China disebabkan birokrasi yang rumit dan berbelit-belit.

“Birokrasi yang telah kami bangun ke dalam perusahaan pertahanan dan akuisisi kami, tidak hanya di luar angkasa, tetapi di area lain, dan itu telah memperlambat kami di banyak bidang,” paparnya.

“Fakta bahwa kita tidak perlu bergerak begitu cepat dalam beberapa dekade terakhir dalam hal pengembangan teknologi juga menyebabkan ketertinggalan,” tambah Jenderal Thompson.

Artikel dari Hops.ID