page hit counter

Jelang Libur Nataru, Luhut: Mau Super Hati-Hati Atau PPKM Lagi?

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, kebijakan pemberlakuan PPKM saat menangani varian Delta pada pertengahan tahun lalu merugikan perekonomian hingga Rp 5,2 triliun. Angka ini, kata Luhut, jelas menjadi kerugian yang amat massif.

“PPKM itu seminggu kita rugi Rp 5,2 triliun . Itu lapangan kerja yang hilang dan orang yang nggak kerja berapa banyak itu. Kan harga yang sangat mahal,” ujarnya dalam YouTube Deddy Corbuzier, Rabu (10/11).

Luhut tidak ingin pemerintah kembali menerapkan kebijakan tersebut. Sehingga pihaknya tengah mengantisipasi kemungkinan hal yang membuat kasus Covid-19 melonjak. Apalagi, saat ini beberapa negara sedang kedatangan virus varian baru yang menyebabkan lonjakan kasus di Eropa.

Saat ini, kata Luhut, pihaknya tengah memantau dan mengevaluasi pergerakan aktivitas dan mobilitas masyarakat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pemerintah kembali memperketat aturan mobilitas masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Kita akan lihat nanti pergerakan masyarakat jika terlalu mobilitasnya tadi besar tanpa ada pemerikasaan dan pengendalian sama saja bawa penyakit itu pindah tempat lebih cepat. Kita mau super hati-hati atau balik lagi ke PPKM?” ungkapnya.

Luhut menambahkan, kondisi yang membaik saat ini alangkah baiknya dijaga dan terpelihara. Masyarakat diminta untuk tidak berfikir negatif terhadap pemerintah terkait perubahan kebijakan yang berubah-ubah.

“Ini kan kita sudah baik disini. Kita pelihara dulu deh, tenang gtu. Jadi jangan berfikir terus negatif,” pungkasnya. (jpg)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS