page hit counter
Jejak ngeri Baradar, ‘Si Jagal’ Taliban yang siap jadi presiden Afghanistan

Jejak ngeri Baradar, ‘Si Jagal’ Taliban yang siap jadi presiden Afghanistan

Baradar si pentolan Taliban. Foto: Ist.

Si jagal Taliban Abdul Ghani Baradar akhirnya tiba di tanah Afghanistan. Dia disambut bak pahlawan. Para prajurit bersorak sorai saat iring-iringan mobilnya berpacu di jalan-jalan Kandahar.

Abdul Ghani Baradar sendiri merupakan salah satu pendiri Taliban. Selama ini dia dikenal sebagai komandan senior Taliban yang dikenal ngeri, memimpin pemberontakan hingga merenggut banyak sekali tentara barat.

Dan kini, Abdul Ghani Baradar, disebut-sebut akan menjadi presiden Afghanistan berikutnya usai presiden sebelumnya Ashraf Ghani secara memalukan melarikan diri ke Tirzikistan.

Siapa Baradar Taliban capres kuat Afghanistan?

Pria berjanggut berusia 53 tahun itu kini memang seolah digambarkan sudah menjadi seorang negarawan. Dia menurut catatan memang tengah bersiap untuk secara resmi didaulat sebagai Presiden Afghanistan berikutnya.

“Kami telah mencapai kemenangan dan kami berjanji untuk selalu menunjukkan kerendahan hati di depan Allah, serta akan melayani rakyat Afghanistan dan bakal memberi contoh bagi seluruh dunia,” kata dia di sela sambutan kedatangannya di Kabul, dikutip DailyMail, Rabu 18 Agustus 2021.

Menurut data yang dihimpun, Baradar lahir pada 1968 di provinsi Uruzgan Afghanistan dan dibesarkan di Kandahar. Pada 1980-an, Baradar, seperti banyak pemuda Afghanistan lainnya adalah bagian dari Mujahidin Afghanistan yang berperang melawan invasi Uni Soviet.

Soviet lantas kalah perang dan meninggalkan negara itu pada akhir 80-an, lalu perang saudara pun terjadi di Afghanistan. Di tengah perang saudara, Baradar, bersama saudara iparnya Mullah Mohammed Omar, ikut mendirikan Taliban pada 1994.

Mereka kemudian membentuk pemerintahan Taliban dalam dua tahun ke depan. Baradar mengendalikan dana Taliban dan muncul sebagai ahli strategi dan komandan militer utama kelompok itu.

Baradar si pentolan Taliban. Foto: Ist.
Baradar si pentolan Taliban. Foto: Ist.

Dia memegang beberapa jabatan, termasuk Wakil Menteri Pertahanan Taliban, pada 1996 hingga 2001. Pada 2001, pasukan pimpinan Amerika Serikat (AS) menginvasi Afghanistan setelah serangan 9/11 di tanah Amerika Serikat dan sebagai bagian dari “perang melawan teror”.

AS kemudian menggulingkan rezim Taliban, lima tahun setelah kelompok militan itu mengambil alih kekuasaan. Setelah penggulingan Taliban, Baradar tidak menonjolkan diri sebelum menjadi berita utama atas penangkapannya pada 2010.

Dia ditahan oleh Inter-Services Intelligence (ISI) Pakistan dalam operasi gabungan AS-Pakistan. Namun, setelah Donald Trump mengambil alih sebagai Presiden AS, dia dibebaskan pada 2018 atas permintaan AS.

Paling dicari di dunia

Nama Baradar bukanlah baru mencuat. Sejak lama dia menjadi subyek sanksi PBB dan disebut oleh Interpol sebagai salah satu orang yang paling dicari di dunia. Itu karena dia memiliki peran kuat atas pemberontakan Taliban yang merenggut nyawa ribuan tentara barat.

Sebagian besar masa dewasa Baradar kerap dihabiskan untuk melakukan perang gerilya. Dia pulalah yang dikenal sebagai dalang taktik pembunuhan kelompoknya tentara barat dengan metode penyerangan di jalan setapak.

Dari sana dia dan kelompoknya lalu memperoleh banyak senapan otomatis hingga granat berpeluncur roket. Bersama mendiang teman dan mentornya Mullah Omar, dia kerap menjadi bos Taliban.

Pemberontakan pertamanya, adalah pemberontakan melawan panglima perang lokal, melibatkan kekuatan kecil yang hanya terdiri dari 30 orang dan setengah jumlah senjata api. Namun gerakan itu berkembang pesat dan pada tahun 1996 menguasai seluruh negeri.

Baradar si pentolan Taliban. Foto: Ist.
Baradar si pentolan Taliban. Foto: Ist.

Baradar juga membangun hubungan dengan Osama bin Laden, dalang serangan 9 September, dari sebuah pangkalan rahasia di wilayah pegunungan yang berbatasan dengan Pakistan. Maka itu, karena dikenal sebagai pemimpin militer dan politikus yang cerdik, Baradar diangkat menjadi wakil menteri pertahanan di pemerintahan Taliban, yang melarang musik dan seni, melarang anak perempuan bersekolah, memaksa perempuan mengenakan burqa, dan memimpin sistem peradilan abad pertengahan.

Baradar pula yang diyakini membantu Mullah Omar melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor melintasi perbatasan, di kursi pembonceng mengenakan burqa. Setelah sukses dalam pelarian di Pakistan, mereka lantas mengendalikan kelompok mereka dari jaringan rumah persembunyian.

Pada 2010, kesehatan Omar menurun (dia diyakini meninggal karena TBC pada 2013) dan Baradar dilaporkan memiliki ‘kontrol mutlak’ atas operasi sehari-hari Taliban.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS