page hit counter
Jangan sampai Herry Wirawan dapat begini, jangan sampai banget

Jangan sampai Herry Wirawan dapat begini, jangan sampai banget

Pembongkar aksi bejat Herry Wirawan, Mary Silvita

Pembongkar kasus predator seks Herry Wirawan, Mary Silvita meminta masyarakat kini fokus pada pasal yang akan didakwakan Jaksa Penuntut Umum ke Herry Wirawan. Jangan sampai Herry Wirawan kena pasal dan hukuman yang ringan setelah memerkosa 12 santriwatinya dan sampai banyak yang melahirkan.

Mary meminta publik mengawasi jalannya persidangan, jangan sampai kendor untuk menuntut hukuman berat bagi Herry Wirawan.

Jangan sampai Herry Wirawan nggak kena pasal kebiri

Mary Silvita menyampaikan hal itu saat publik sedang ramainya menyoroti kelakuan Herry Wirawan. Saat ini baiknya fokus pada tuntutan yang dihadapi.

Herry Wirawan
Herry Wirawan. Foto Twitter @Ayang_Utriza

“Sekarang… Mari kita pusatkan perhatian pada pasal yang didakwakan oleh jaksa… Jangan sampe pasal kebiri kimia tidak masuk dalam dakwaan… Jangan sampai memperkosa puluhan anak dihitung sama dengan memperkosa satu anak,” katanya dalam postingan di Facebook, dikutip Jumat 10 Desember 2021.

Selain itu pembongkar aksi bejat Herry Wirawan itu juga mengingatkan jangan sampai ganti rugi tidak memenangkan korban.

“Jangan sampai restitusi lolos dengan angka yang tidak adil bagi para korban dan bayinya…Putus mata rantai predator anak dengan berdiri bersama para korban!” kata dia.

Banyak kasus kekerasan seksual melenggang

Mary mengatakan kasus predator seks Herry Wirawan ini bukan soal viral atau tidak viralnya kasus. Yang dia harapkan adalah publik perhatian betul pada penegakan hukum dan keadilan bagi para korban.

Mary Silvita
Mary Silvita, Foto Instagram @marysilvita

“Banyak kasus kekerasan seksual berakhir dengan tuntutan yang rendah, bahkan banyak yang bebas melenggang dengan vonis bebas dari pengadilan karena adanya relasi kuasa. Kita tidak mau itu terjadi,” katanya.

Selain soal tuntutan hukuman berat bagi Herry Wirawan, Mary meminta perhatian pula agar semua lembaga yang bertugas melindungi korban bisa menjamin kelangsungan hidup dan pendidikan para korban.

Mary tak mau lagi mendengar ada korban yang dikeluarkan dari sekolah karena diketahui telah memiliki anak oleh pihak sekolah.

“Di mana badan pengawasan yang disebut-sebut telah bekerja sedari awal dalam kasus ini? Di mana peran dinas pendidikan? Di mana kepedulian pemerintah daerah, hingga korban mengaku kesulitan beli susu dan keperluan utama untuk bayi-bayi mereka? Dan seterusnya,” kata dia.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS