page hit counter
Jalur Zonasi Hanya Boleh Pilih Satu Sekolah

Jalur Zonasi Hanya Boleh Pilih Satu Sekolah

MATARAM-Pendaftar SMA melalui jalur zonasi, hanya boleh memilih satu sekolah. ”Sesuai juknis,” tegas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Hidlir, Jumat (18/6).

Dia menjelaskan, berkaca dari pengalaman pelaksanaan PPDB tahun lalu, calon peserta didik baru mendapat nominasi tiga sekolah, kecuali yang tersedia hanya dua sekolah dalam zona. Nominasi sekolah ditentukan dalam aplikasi PPDB daring.”Ternyata banyak pendaftar yang tidak mengambil sekolah di pilihan kedua atau ketiga,” terangnya.

Hal ini memicu sejumlah persoalan. Paling krusial, mengenai tingkat keterisian rombongan belajar (rombel). Pada mulanya, rombel telah terisi penuh, namun secara tiba-tiba berkurang. Lantaran calon peserta didik baru yang telah diloloskan oleh pihak sekolah pilihan kedua atau ketiga, malah tidak melakukan daftar ulang. ”Daripada seperti itu, maka saat kami rapat menentukan zona, kami katakan biarlah anak itu memilih sebelum dia menentukan dirinya mau ke sekolah mana,” jelas mantan kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Dikbud Lombok Timur ini.

Ia mencontohkan, pendaftar tersebut berada di dalam zonasi SMAN 1 Mataram dan SMAN 3 Mataram. Dirinya harus berpikir lebih dulu, mana pilihan sekolah yang paling berpeluang.

Sebab di Juknis PPDB, calon peserta didik baru yang mendaftar secara daring untuk jalur zonasi, diseleksi dengan mempertimbangkan urutan kriteria. Berdasarkan jarak terdekat dalam zona, usia, pendaftar lebih awal yang tercatat pada sistem. Terakhir pilihan peminatan atau sekolah penyelenggara program inklusi, ini khusus untuk pendaftar pada program inklusi.

Karena aturannya demikian, maka calon pendaftar harus memantau secara real time. Itu untuk memastikan dirinya lolos atau tidak pada sekolah pilihannya. ”Nanti dari sana akan kelihatan urutannya, kalau memang sudah mendekati urutan akhir, bersiap memikirkan daftar di sekolah mana lagi,” tegasnya.

Sehingga saat hasil akhirnya dinyatakan tidak lolos, maka pendaftar bisa memilih sekolah lain. ”Dia harus cabut berkas dulu di sekolah pilihan sebelumnya, dan segera daftar di sekolah lain yang punya peluang,” pungkas Hidlir.

Terpisah Sekretaris Panitia PPDB Dikbud NTB Muazam mengingatkan, aturannya seperti pola perankingan berdasarkan kriteria yang disebut dalam Juknis. Diharapkan calon peserta didik jangan lengah dan lelah memperhatikan pergerakan urutan penentuan lolos atau tidaknya. ”Biasanya habis daftar, kita langsung santai-santai saja. Nah sekarang tak bisa seperti itu, harus dilihat terus urutan itu,” tegasnya. (yun/r9)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS