page hit counter

Jadi asupan rutin pasien covid, ternyata vitamin D3 bisa bikin keracunan! Kenali gejalanya

Ilustrasi Konsumsi Suplemen Vitamin. Foto: Popmama

Vitamin D dan variannya D2 juga D3 punya banyak manafaat bagi tubuh, salah satunya mampu memaksimalkan penyerapan kalsium hingga menjaga kesehatan jantung.

Sepanjang pandemi varian vitamin D (D2 dan D3) juga jadi asupan wajib bagi pasien yang terkena covid-19 lantaran disebut mampu meningkatkan imun. Namun banyak orang yang salah kaprah mengonsumsi vitamin D3 dengan dosis berlebihan.

Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak untuk meningkatkan penyerapan kalsium, mengatur pertumbuhan tulang, dan berperan dalam fungsi kekebalan tubuh. Vitamin D terbagi menjadi 2, yakni vitamin D2 (ergokalsiferol) dan vitamin D3 (kolekalsiferol).

Dikutip dari Healthline, vitamin D2 dan D3 memiliki efektivitas berbeda dalam meningkatkan kadar vitamin D pada tubuh.

Memang, keduanya efektif diserap dalam darah, namun proses metabolisme hati pada 2 jenis vitamin D ini berbeda. Sebagian besar riset menyebut, D3 lebih efektif daripada D2 dalam meningkatkan kadar kalsifikasi dalam darah.

Tak cuma itu beredar informasi yang tak valid menyebut bahwa konsumsi vitamin D dengan kadar IU tinggi disebut mampu mengatasi covid lebih cepat.

Padahal hal itu salah kaprah. Meski disebut vitamin yang penting baagi tubuh namun ternyata berlebihan konsumsi vitamin D justru berbahaya bagi tubuh.

Dilansir laman Times Now News, Kamis 14 Oktober 2021 Toksisitas atau keracunan vitamin D terjadi ketika kadar darah naik di atas 150 ng/ml (375 nmol/l), dan ini terjadi ketika seseorang mengonsumsi suplemen sembarangan tanpa memantau kadar darah.

Karena disimpan dalam lemak tubuh, suplemen vitamin D membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk dicerna dari sistem bahkan setelah Anda berhenti minum suplemen.

Karena itu di masa pandemi seperti sekarang penting sekali mengetahui tanda-tanda keracunan vitamin D. Berikut ini 5 gejala keracunan vitamin D.

Gangguan pencernaan

Diare, sembelit, dan sakit perut sering terjadi ketika seseorang menderita intoleransi makanan atau sindrom iritasi usus besar. Namun, itu juga bisa menjadi gejala kadar kalsium tinggi yang disebabkan oleh keracunan vitamin D.

Suplementasi vitamin D yang tinggi, dari waktu ke waktu, ketika menyebabkan sembelit dan sakit perut, harus dianggap sebagai tanda overdosis. Mual dan muntah juga dapat terjadi jika terjadi keracunan.

Ilustrasi Vitamin D3. Foto: SehatQ
Ilustrasi Vitamin D3. Foto: SehatQ

Kelelahan

Peningkatan kadar kalsium (hiperkalsemia) dalam darah akibat toksisitas vitamin D juga dapat menyebabkan rasa lemah. Pusing, kebingungan, dan kelelahan juga merupakan gejala yang sama dan dapat muncul ketika Anda mengonsumsi suplemen tanpa berpikir panjang.

Sering buang air kecil

Vitamin D mendukung penyerapan kalsium dalam tubuh. Namun, ketika kadar vitamin D meningkat secara drastis, kadar kalsium dalam darah juga meningkat sehingga mengakibatkan gejala seperti sering buang air kecil.

Kerusakan ginjal

Batu ginjal, kerusakan ginjal, dan cedera dapat terjadi ketika kadar vitamin D dalam tubuh meningkat secara drastis. Ini juga disalahkan pada overdosis kalsium yang muncul karena toksisitas vitamin D.

Pengeroposan tulang

Segala sesuatu yang berlebihan itu buruk, begitupun dengan vitamin D. Asupan berlebih dari vitamin D dapat berdampak buruk pada kepadatan dan kekuatan tulang. Untuk memerangi efek negatifnya, Anda bisa mengonsumsi

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS