page hit counter
Intel Jepang cium aksi teror, Indonesia masuk radar aksi

Intel Jepang cium aksi teror, Indonesia masuk radar aksi

Ilustrasi terorisme. Foto: Pixabay

Pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Jepang yang mengungkap adanya informasi soal peningkatan risiko ancaman aksi teror di beberapa negara, harus menjadi attensi bagi warganya.

Bahkan perdana Menteri Yoshihide Suga meminta kepada warganya yang tinggal di beberapa negara untuk menjauh dari fasilitas keagamaan yang dinilai berisiko terhadap serangan.

Pemerintah Jepang mengantisipasi warganya yang saat ini sedang tinggal di Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar serta Indonesia. Sayangnya Jepang enggan membuka informasi terkait aksi teror yang akan terjadi.

Penggerebekan teroris condet dan Bekasi
Penggerebekan teroris condet dan Bekasi Foto: Antara

Juru Bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah membantah bahwa warga Jepang di Indonesia mendapat peringatan tersebut.

Meski demikian, Indonesia melalui Densus 88 akan tetap siaga dan terus menelusuri adanya informasi tersebut yang dikeluarkan kementerian luar negeri Jepang.

Kabagbanops Densus 88 Mabes Polri Kombes Aswin Siregar mengatakan saat ini pihaknya melakukan penelusuran terkait konteks utuh dari peringatan yang disampaikan Pemerintah Jepang.

Ilustrasi teroris. Foto: The Economic Times
Ilustrasi teroris. Foto: The Economic Times

“Akan kami dalami maksud pernyataannya dan sumber informasinya. Densus selalu dalam kondisi siaga untuk memonitor gerakan-gerakan jaringan teroris di wilayah kita, termasuk regional dan internasional. Akan ada tindak lanjut terhadap informasi-informasi seperti ini,” kata Aswin dikutip Hops dari CNN Rabu 15 September 2021.

Aswin menjelaskan bahwa selama ini pihaknya melakukan upaya-upaya preemptive strike (pencegahan) terhadap aksi teroris di Indonesia secara maksimal. Menurutnya, upaya-upaya tersebut dilakukan guna mengantisipasi gerakan suatu jaringan menjadi aksi teror.

Menurutnya, Densus juga memiliki kemampuan untuk mengantisipasi perubahan eskalasi ancaman dari suatu kelompok teroris.

Ilustrasi terorisme. Foto: Pixabay
Ilustrasi terorisme. Foto: Pixabay

“Semua tindakan Densus 88 selalu menempatkan keamanan publik sebagai prioritas utama. Ketika ada perubahan eskalasi ancaman, tentu kami akan berbuah bahkan siaga untuk melakukan preemptive strike,” kata Aswin.

Di Indonesia, Densus telah melakukan upaya penindakan teroris secara gencar sepanjang 2021 ini. Tercatat ada 12 orang tersangka teroris yang ditangkap hingga Agustus lalu.

Terakhir, Densus juga menangkap sejumlah petinggi di jaringan Jamaah Islamiyah (JI) pada awal September 2021. Salah satunya ialah mantan narapidana teroris bernama Abu Rusdyan.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS