page hit counter
Insentif Tenaga Kesehatan Kota Mataram Dibayarkan Minggu Ini

Insentif Tenaga Kesehatan Kota Mataram Dibayarkan Minggu Ini

MATARAM-Kantong para tenaga kesehatan (Nakes) pekan ini bakal semakin tebal. Sebab, insentif untuk mereka yang menangani pasien Covid-19 bakal dicairkan. “Kami sedang proses, mudahan dibayar minggu depan (minggu ini),” kata Plt Direktur RSUD Kota Mataram Lalu Martawang, kemarin (11/7).

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan jajaran manajemen RSUD, Dinas Kesehatan, dan Badan Keuangan Daerah (BKD). Membahas pembayaran insentif Nakes yang ada di rumah sakit dan Puskesmas.

Pembayaran akan dilakukan pekan ini menyusul perintah wali kota agar pembayaran insentif enam bulan terakhir segera dilakukan. “Tidak ada alasan melambatkan pembayaran insentif,” cetusnya.

Untuk pembayaran insentif selama enam bulan ini, RSUD Kota Mataram menggarkan Rp 5 miliar. Insentif tersebut bukan hanya bagi tenaga kesehatan. Tetapi juga diperuntukkan bagi tenaga non kesehatan.

“Sekarang ini semua dapat. Petugas pemulasaran jenazah, sopir ambulans, hingga petugas humas yang berhubungan dengan keluarga pasien Covid-19 juga dapat insentif,” terangnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, insentif hanya diberikan kepada tenaga kesehatan. Karena pembayaran mengacu pada aturan Kementerian Kesehatan. Namun tahun ini, insentif diberikan secara proporsional kepada Nakes dan Non Nakes yang terlibat penanganan Covid-19.

Peraturan Wali Kota Mataram untuk dasar pembayaran insentif diklaim Martawang sudah siap. Tinggal diproses. “Mereka (Nakes dan Non Nakes penerima insentif) tinggal tanda tangan dan langsung ditransfer,” jelasnya.

Insentif yang diberikan tahun ini mengacu Perwal. Tidak mengacu pada aturan Kementerian Kesehatan. “Karena dulu dibiayai APBN. Namun sejak 2021, dibebankan ke APBD,” sambungnya.

Sehingga besaran insentif petugas Nakes dan Non Nakes akan disesuaikan dengan anggaran yang ada. “Tidak boleh pemotongan apapun alasannya,” klaim Martawang.

Ketua DPRD Kota Mataram H Didi Sumardi mengingatkan agar pembayaran insentif Nakes segera dilakukan. Jangan sampai Pemkot Mataram terkesan lamban dalam memberikan apa yang menjadi hak warga. “Harus cepat! Apa yang menjadi hak rakyat harus diberikan apalagi ini Nakes,” ujar Didi.

Pembayaran insentif juga menurutnya bagian dari strategi pemulihan keaadaan akibat pandemi. Baik untuk pemulihan ekonomi maupun efek penanganan kesehatan. “Bagaimana mereka mau bersemangat kalau ini saja lamban. Apa yang bisa dikerjakan dengan cepat harus dipercepat. Jangan lambat dan jangan melambat-lambatkan!” tegasnya.

Ia meminta para pejabat OPD Pemkot Mataram harus punya semangat kerja dalam situasi krisis. Sehingga semua pekerjaan tidak bisa dikerjakan dengan santai. “Maka kita harus bekerja cepat dan tanggap,” tandasnya. (ton/r3)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS