page hit counter
Ilmuwan prediksi beruang kutub bisa punah di akhir abad ke-21, ini penyebabnya

Ilmuwan prediksi beruang kutub bisa punah di akhir abad ke-21, ini penyebabnya

Beruang kutub. Foto: Hans Jurgen Mager di Unsplash

Lapisan es di Laut Arktik terus menurun sejak awal catatan satelit dimulai pada tahun 1979 silam. Kini, sebuah studi terbaru mengungkap fakta yang lebih mengerikan. Disebutkan, pada akhir abad ini, es Laut Arktik mungkin akan hilang pada musim panas, yang bisa mendorong beruang kutub dan spesies lain yang bergantung hidup di situ menuju kepunahan.

Area Es Terakhir, adalah wilayah yang mengandung es Arktik tertua dan paling tebal. Area ini memiliki luas lebih dari 1 juta kilometer persegi, membentang dari pantai barat Kepulauan Arktik Kanada ke pantai utara Greenland. Sebelumnya, ilmuwan memperkirakan lapisan es yang punya ketebalan 4 meter itu akan bertahan selama beberapa dekade.

Namun sekarang, dalam sebuah studi terbaru, dengan skenario yang paling optimis dan pesimis, disebutkan bahwa lapisan es di Laut Arktik akan menipis secara dramatis pada tahun 2050 mendatang.

Melansir Live Science, 18 Oktober 2021, skenario paling optimis, menurut ilmuwan, di mana emisi karbon segera dibatasi untuk mencegah pemanasan yang paling buruk, sebagian es masih dapat bertahan meski dalam jumlah yang terbatas.

Beruang kutub di lapisan es Arktik. Foto: Phys
Beruang kutub di lapisan es Arktik. Foto: Phys

Sementara skenario pesimis atau paling buruknya, di mana emisi terus berlanjut, es di musim panas dan beruang kutub serta anjing laut yang hidup di habitat tersebut dapat menghilang pada tahun 2100.

“Sayangnya, ini adalah eksperimen besar yang sedang kami lakukan,” kata rekan penulis studi Robert Newton, seorang ilmuwan peneliti senior di Lamont-Doherty Earth Observatory Universitas Columbia, dalam sebuah pernyataan.

“Jika es sepanjang tahun hilang, seluruh ekosistem yang bergantung pada es akan runtuh, dan sesuatu yang baru akan dimulai,” tambahnya.

Penurunan lapisan es yang lebih dramatis dapat memiliki efek melumpuhkan pada kehidupan hewan yang tinggal di, atau di bawah jaringan es, termasuk ganggang fotosintesis, krustasea kecil, ikan, anjing laut, narwhal, paus kepala busur, dan beruang kutub.

Beruang kutub di lapisan es Arktik. Foto: CGTN
Beruang kutub di lapisan es Arktik. Foto: CGTN

“Anjing laut dan beruang kutub, misalnya, mengandalkan sarang mereka di permukaan es laut untuk tinggal kira-kira di satu tempat,” tulis para peneliti.

Pergeseran habitat yang cepat ini dapat menyebabkan beruang kutub punah atau menyebabkan kawin silang yang lebih luas dengan beruang grizzly. Proses ini pada akhirnya dapat menggantikan beruang kutub dengan beruang hibrida ‘pizzly’.

Peneliti menjelaskan, penelitian tersebut tidak mengatakan bahwa lingkungan Arktik akan jadi lingkungan tandus yang tidak ada kehidupan. “Hal-hal baru akan muncul, tetapi mungkin perlu beberapa waktu bagi makhluk baru untuk menyerang,” kata Newton.

Setiap tahunnya, lapisan es Laut Arktik tumbuh dan menyusut. Lapisan tersebut mencapai batas minimum pada akhir musim panas pada bulan September, sebelum akhirnya menebal kembali pada musim gugur dan musim dingin. Sementara batas maksimumnya ada di bulan Maret.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS