page hit counter

Ibu Kota Pindah, DPRD Yakin Jakarta Berkembang Jadi Pusat Perekonomian

JAKARTA – Pemerintah bakal memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur. Bahkan, Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara telah sah menjadi undang undang.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Hardiyanto Kenneth mendukung rencana tersebut. Namun, dirinya berharap selama persiapan Ibu Kota Nusantara, Jakarta tetap menjadi Ibu Kota Negara.

Kendati Ibu Kota dipindah ke Kalimantan Timur, dirinya juga meyakini bahwa Jakarta tetap akan berkembang dari sisi perekonomian. “Saya sangat yakin Jakarta akan tetap berkembang sebagai pusat perekonomian nasional, regional, bahkan global,” ujarnya, Selasa (25/1/2022).

“Jadi Jakarta bisa dijadikan pusat perekonomian dan bisnis, Kaltim hanya konsen di pemerintahan saja. Saya juga meyakini bahwa Jakarta akan dijadikan daerah istimewa, pemerintah tidak akan meninggalkan Jakarta begitu saja karena banyak sejarahnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Wagub Ariza: Jakarta Tetap Eksis

Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memindahkan Ibu Kota Negara, menurutnya sudah dengan pertimbangan yang matang. Salah satunya mengenai minimnya risiko bencana alam.

“Pemerintah meyakini wilayah di Kalimantan lebih minim risiko bencananya dan selain itu juga di sana ada 180 ribu hektare lahan milik pemerintah dan itu akan memudahkan pemerintah membangun tanpa direpotkan dengan urusan pembebasan tanah dan lokasinya yang strategis untuk memperkuat perekonomian,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sensus Penduduk 2020 mencatat penduduk DKI Jakarta pada September 2020 sebanyak 10,56 juta jiwa. Dibandingkan dengan hasil sensus sebelumnya, jumlah penduduk Jakarta terus meningkat dan diartikan DKI Jakarta sebagai ibu kota negara Indonesia merupakan provinsi dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia

“DKI Jakarta sudah sangat padat dan hal itu mempengaruhi dengan kemacetan yang tinggi saat ini. Saya menilai pemindahan ibu kota dimaksudkan juga untuk mengurangi kemacetan dan mengurangi ketimpangan ekonomi antardaerah. Isu pemindahan ibu kota ini sebenarnya sudah muncul sejak zaman Presiden Soekarno dan baru terealisasi pada era Presiden Jokowi, inilah yang patut kita apresiasi,” tuturnya.

Baca Juga:  Gubernur Kaltim : Pengesahan UU IKN Tidak Buru-Buru

Source: RCTI+

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS