page hit counter
Hukuman Terdakwa Pembunuh Mahasiswi Unram Berkurang, Jaksa Kasasi

Hukuman Terdakwa Pembunuh Mahasiswi Unram Berkurang, Jaksa Kasasi

MATARAM-Terdakwa pembunuh mahasiswi Universitas Mataram (Unram) Rio Prasetya divonis lebih ringan di tingkat banding. Awalnya, Rio divonis 14 tahun penjara di pengadilan tingkat pertama. Namun turun menjadi sembilan tahun penjara di tingkat banding. ”Ya, vonisnya menjadi sembilan tahun,” kata Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Mataram Theodora Usfunan, Selasa (27/7).

Namun vonis tersebut belum inkrah. Jaksa penuntut umum (JPU) telah menyatakan kasasi. ”Jaksa telah menyatakan kasasi tertanggal 26 Juli lalu,” jelasnya.

Pengadilan sudah menyampaikan ke terdakwa maupun penasihat hukumnya terkait upaya kasasi yang dilakukan JPU. ”Kita masih menunggu penyerahan memori maupun kontra memori kasasi dari JPU maupun penasihat hukum terdakwa,” kata Usfunan.

Diketahui, Rio diduga membunuh mahasiswi Unram yang juga kekasihnya Linda Novita Sari di rumahnya, Perumahan Royal Mataram, Juli 2020 lalu. Pemicunya Rio diduga enggan bertanggung jawab atas janin yang dikandung Linda. Sehingga Rio dan Linda terlibat cekcok. Rio lalu mencekik leher Linda hingga lemas. Rio kalang kabut dan berupaya meninggalkan jejak.

Terdakwa lalu menggantung Linda menggunakan tali agar seakan-akan korban bunuh diri. Tetapi jejak Rio terbongkar polisi.

Di persidangan, Rio dituntut JPU berdasarkan pasal 338 KUHP. Dia dituntut pidana penjara selama 15 tahun. Namun majelis hakim memvonis 14 tahun penjara.

Kasi Intelijen Kejari Mataram Heru Sandika Triyana membenarkan JPU telah menyatakan kasasi. Guna menganulir putusan hakim tingkat banding. ”Sudah kita nyatakan kasasi,” kata Heru.

Saat ini, JPU masih menelaah pertimbangan hakim tingkat banding sehingga menurunkan hukuman Rio. ”Segera kita siapkan memori kasasi,” ujarnya.

Menurut JPU, seharusnya Rio divonis maksimal. Pertimbangannya, ada beberapa hal-hal yang memberatkan dalam kasus tersebut. Seperti menghilangkan nyawa Linda dan janin dalam kandungannya. Rio juga berupaya menghilangkan barang bukti dengan membuat korban seolah-olah gantung diri. ”Itu sebenarnya menjadi hal-hal yang memberatkan,” pungkasnya. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS