page hit counter
Hasil Otopsi Ungkap Linda Novitasari Meninggal Karena Dicekik

Hasil Otopsi Ungkap Linda Novitasari Meninggal Karena Dicekik

Berita Mataram – Permintaan keluarga Linda Novitasari (LNS), seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tergantung untuk melakukan otopsi akhirnya mengungkap sebuah kejadian yang tak terduga. Awalnya korban pihak keluarga mengira bahwa LNS mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sebelumnya pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan meminta untuk segera memakamkan LNS. Namun kecurigaan makin timbul setelah satu per satu pihak keluarga mengetahui ada kejanggalan di tubuh korban, seperti ditemukannya luka lebam. Kecurigaan tersebut akhirnya membuat pihak keluarga korban memutuskan untuk mencabut penolakan otopsi tersebut.

Setelah dilakukan otopsi ditemukan bukti baru bahwa korban meninggal dunia bukan karena gantung diri, melainkan kehabisan nafas akibat dicekik. Pelakunya tak lain adalah kekasihnya sendiri berinisial R. Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto didampingi Kapolresta Mataram, Kombes Pol Guntur Herditrianto menjelaskan bahwa pelaku dan korban terlibat perkelahian hingga akhirnya pelaku mencekik korban hingga lemas.

Setelah mengetahui korbannya lemas, pelaku pun khawatir dan ingin menghilangkan jejak. Ia kemudian membeli tali lalu menggantung korban. Setelah itu pelaku meninggal tubuh korban menggantung di sebuah rumah di BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela dan kemudian kabur ke Lombok Tengah.

Saat ini pihak kepolisian telah berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti. Menurut Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, ada sekitar 23 orang saksi yang sudah diperiksa. Selain itu pihaknya juga mengamankan barang bukti diantaranya adalah rekaman kamera CCTV, tali, anak panah, pisau, minyak urut dan kursi yang digunakan untuk menggantung korban.

Atas kejadian tersebut, pelaku yang merupakan kekasihnya sendiri berinisial R ini akan dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS