page hit counter
Gus Miftah buka-bukaan soal tarif ceramah: Kamu jual saya murah, salah!

Gus Miftah buka-bukaan soal tarif ceramah: Kamu jual saya murah, salah!

Gus Miftah. Foto: Antara

Gus Miftah dikenal tidak pilih-pilih tempat untuk menyampaikan ceramah. Mulai dari tempat hiburan malam sampai gereja. Tapi ada kabar kalau tarif ceramahnya selangit.

Pendakwah bernama Miftah Maulana Habiburrahman ini enggak membantah atau membenarkan. Tapi dia menjelaskan kalau tarif ceramah bergantung pada pihak pengundang.

Gus Miftah blak-blakan soal tarif ceramah

Pendakwah yang mendampingi Deddy Corbuzier memeluk Islam ini lalu menjelaskan ‘aturan’ dakwahnya. “Kalau dakwah kamu diundang lembaga, diundang perusahaan, diundang orang kaya kamu jual saya murah kamu, salah,” katanya, dikutip dari Suara.com, Senin, 11 Oktober 2021.

Dia akan memasang tarif mahal untuk pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan pribadi, politik contohnya. “Yang ngundang orang kaya, pejabat, mereka butuh ngumpulin orang di tengah lapangan puluhan ribu dengan kepentingan politik. Kamu jual saya murah ya salah,” ujarnya.

Beda hal kalau masyarakat yang mengundang, dia tidak akan mematok bayaran. “Tapi kalau kita diundang di desa, pegunungan, di daerah pantai pedalaman, kamu minta bayaran juga salah,” sambungnya.

Gus Miftah. Sumber Foto: YouTube
Gus Miftah. Sumber Foto: YouTube

Terapkan subsidi silang

Ada kalanya Gus Miftah mematok honor untuk ceramah, ada kalanya dia ikhlas. Oleh karenanya dia memberlakukan subsidi silang. “Makannya, di situ lah berlaku subsidi silang. Kita bijak saja dong, saya diundang oleh calon Bupati ‘Gus monggo dateng ke tempat pengajian’. Ini gimana seikhlasnya, kan goblok yang ngundang bupati yang ngundang calon gubernur.”

Sebaliknya, dia tidak akan meminta bayaran dari warga.”Tapi kalau yang ngundang saya warga desa pegunungan di desa, monggo (seikhlasnya),” kata Gus Miftah.

Tidak hanya ogah memungut bayaran saat ceramah di desa, Gus Miftah malah berbagi rezeki. “Anda bisa cek saya selalu bawa cash banyak di lapangan. Tujuannya adalah untuk subsidi ke masyarakat yang ada di pedesaan. Kan begitu,” bebernya.

Ada alasannya mengapa Gus Miftah mematok tarif ceramah yang mahal. “Jadi kalau yang ngundang BUMN mau bayar seikhlasnya ya saya enggak bisa dong. Mereka punya bujet. Tapi kalau di desa saya enggak membolehkan manajemen saya soal (minta) uang,” pungkasnya.

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS