page hit counter
Gelapkan Uang Nasabah, Pegawai Bank Swasta di Mataram Dikerangkeng

Gelapkan Uang Nasabah, Pegawai Bank Swasta di Mataram Dikerangkeng

MATARAM-Oknum pegawai bank swasta berinisial AN diringkus Tim Puma Polresta Mataram. Pria asal Monjok, Kecamatan Selaparang, Mataram, itu diduga menggelapkan uang nasabah yang dititipkan untuk menabung di bank tempatnya bekerja. Total jumlahnya Rp 200 juta.

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menjelaskan, korban dan pelaku bertetangga. Namun kedekatan itu dimanfaatkan pelaku untuk menipu korban. ”Modusnya, pelaku pura-pura bercerita ke korban tentang persoalan pekerjaannya yang kesulitan menembus target untuk menggaet nasabah baru,” kata Kadek Adi, Selasa (6/7).

Pelaku meminta korban membantunya agar menabung di bank tempatnya bekerja. Korban yang iba, menyetujui permintaan AN. ”Pelaku membuatkan rekening baru dan meminta korban menabung,” ujarnya.

Korban menitipkan uang tabungan Rp 200 juta ke pelaku. Sayangnya AN tidak tahu diuntung. ”Dia malah menggunakan uang titipan tabungan itu untuk menjalankan bisnis jual beli sapi,” jelasnya.

Namun bisnis yang dijalankannya itu bangkrut. Uang milik korban sudah habis digunakan.

Saat korban mengecek saldo tabungannya, ternyata kosong. Setelah dikonfirmasi ke pihak bank, uang tabungan yang dititipkan ke pelaku ternyata tidak pernah disetorkan. ”Korban pun berupaya menagih uangnya ke pelaku,” jelasnya.

Tetapi, pelaku enggan mengembalikannya. Sehingga dilakukan mediasi di kantor lurah Monjok, Februari 2017. ”Disepakati, pelaku harus melunasi seluruh hutangnya dalam jangka waktu dua tahun,” ujarnya.

Selama itu, pelaku baru dapat mencicil Rp 71,75 juta. Pelaku sempat menawarkan sertifikat tanah beserta rumah. ”Tetapi setelah ditelusuri sertifikat tersebut bukan miliknya. Melainkan milik mertuanya,” terangnya.

Tidak ingin tertipu kali dua, korban pun melapor ke Polresta Mataram. AN kemudian ditangkap polisi di rumahnya. ”Kini pelaku sudah kita tahan dan kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Kadek Adi.

AN dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (arl/r1)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS