page hit counter

Galian PDAM Rusak Keindahan Trotoar Kawasan Bisnis Cakra

MATARAM-Penataan Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC) yang menelan anggaran puluhan miliar terkesan sia-sia. Itu setelah Perusahaan Daerah PT Air Minum Giri Menang (AMGM) melakukan galian pipa di trotoar Jalan Pejanggik dan Selaparang yang membuat kondisi amburadul.

“Ini main bongkar saja. Yang sudah bagus dirusak. Ini namanya merusak keindahan KbC,” kesal H Masbuin, seorang warga, kemarin.

Galian pipa dilakukan PT AMGM di KBC beberapa hari terakhir memang menjadi sorotan. Sebab, pedestrian yang tertata rapi dihiasi dengan lampu dan kursi dibongkar begitu saja untuk penggalian pipa. Yang lebih memprihatinkan, tanah bekas galian menumpuk di sepanjang jalan.

Kondisi ini tentu sangat disayangkan. Sebab, KBC yang sudah tertata rapi dengan anggaran puluhan miliar dibuat berantakan dengan penggalian pipa.

Menurut Masbuin, penggalian pipa dilakukan PT AMGM mestinya ada koordinasi dilakukan dengan Pemkot Mataram. Paling tidak menanyakan dulu jika dilakukan penggalian. Sehingga anggaran puluhan miliar untuk penataan kawasan ini tidak sia-sia.

“Saya rasa komunikasi dan koordinasinya tidak jalan. Masak kita sebagai masyarakat yang mengajarkan mereka caranya berkoordinasi,” sindir Masbuin.

Dia tidak habis pikir kenapa sampai penataan KBC yang sudah bagus dibuat amburadul dengan penggalian seperti ini.

Memamg kata dia, penggalian pipa di KBC untuk masyarakat. Tapi harus melihat juga kawasan yang sudah bagus dan indah ini. “Kalau proyek ini dialihkan dalam bantuan kepada warga miskin, mungkin lebih berfaedah,” sindirnya. “Kalau seperti ini kan anggaran tidak efektif,” imbuhnya.

M Erwan, mantan Camat Cakranegara sangat menyayangkan adanya galian pipa di KBC. Sebagai orang yang terlibat langsung dalam penataan KBC dua tahun lalu, dia sangat kecewa. “Kalau ada jaminan bisa seperti semula setelah dilakukan galian,” cetusnya.

Dia mengatakan, penataan KBC merupakan program pemkot yang disukseskan H Mohan Roliskana ketika menjabat wakil wali kota waktu itu dengan banyak tujuan. Seperti memperindah estetika kota, untuk pejalan kaki, dan penyandang distabilitas. Pada penataan ini melibatkan semua stakeholder, seperti Disperkim, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, dan OPD lainnya. Bahkan waktu itu PT AMGM dilibatkan.

“Kami sangat menyayangkan tidak ada kordinasi dengan penggalian ini,” kesalnya.

Paling tidak lanjut dia, dalam penggalian pipa di KBC ada koordinasi. Apalagi kalau ada jaminan setelah penggalian bisa diperbaiki seperti semula.

“Saya rasa proyek ini tidak menarik. Semua pihak setengah mati mensukseskan penataan KBC,” tutur Erwan.

Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, untuk penggalian pipa PDAM di sepanjang KBC dihentikan. Menurut PT AMGM, mereka minta izinnya di provinsi dan mengeluarkan izin untuk penggalian pipa. Tapi sejauh ini provinsi tidak pernah koordinasi dengan pemkot. Termasuk juga PDAM tidak pernah koordinasi dengan pemkot.

“Kewenagan perizinan trotoar di Kota Mataram. Kita aka berusaha cari jalan keluar nantinya,” tukasnya. (jay/r3)

 

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS