page hit counter
Fadlin dan Iswandi Berpeluang Samai Rekor Arya

Fadlin dan Iswandi Berpeluang Samai Rekor Arya

MATARAM-Pelatih atletik NTB Arya Yuniawan Purwoko masih menjadi pemegang rekor peraih medali emas beruntun dalam tiga gelaran PON bagi NTB. Arya mengumpulkan koleksi medali emas di nomor lompat tinggi mulai dari PON 1996/Jakarta, PON 2000/Surabaya, dan PON 2004/Palembang.

Pada PON XIV 1996/Jakarta, rekor lompatan Arya adalah 2,02 meter. Di PON XV 2000/Surabaya, Arya mencatatkan lompatan 2,04 meter. Sedangkan di PON XVI 2004/Palembang, Arya meraih medali emas dengan lompatan 2,04 meter.

Atlet atletik NTB Fadlin dan Iswandi memiliki peluang menyamai rekor Arya. Karena mereka sudah meraih medali emas di dua PON beruntun. Yakni PON Riau 2012 dan PON Jabar 2016 dari nomor estafet 4X100 meter putra.

Arya mengisahkan awal mula terjun sebagai atlet atletik sejak berusia 16 tahun. Saat itu, dia tidak langsung menekuni lompat tinggi. ”Dulu awalnya atlet lari,” kata pria kelahiran Jogjakarta, 14 Juni 1978 ini, kemarin (2/8).

Dorongan menjadi atlet itu datang dari diri sendiri. Karena keluarganya bukan berasal dari keluarga atlet. Hanya saja keluarga mendukung penuh keinginannya menjadi atlet.

Arya mengisahkan, setelah mengikuti sejumlah kejuaraan dirinya ditarik masuk ke pemusatan latihan atletik pelajar yang kini menjadi PPLP dan PPLPD NTB. ”Di situlah saya baru difokuskan pak Suwignyo ke lompat tinggi,” kenangnya.

Setelah masuk dalam program pengembangan dan pembinaan atlet pelajar tersebut, Arya menorehkan sejumlah prestasi. Mulai dari Porwil (Pekan Olahraga Wilayah), SEA Youth, dan Arafura Games. Atas prestasinya tersebut, Arya ditarik masuk ke Pelatnas PB PASI. ”Masuk pelatnas pertama kali tahun 1995,” ceritanya.

Setahun setelah masuk pelatnas, Arya mulai mengukir prestasi dari nomor lompat tinggi di PON. Hingga bisa meraih tiga medali emas dari tiga PON yang diikutinya. ”Barulah saya mulai melatih itu sejak 2012,” katanya.

Selama berkarir menjadi pelatih, Arya melatih atlet lompat jauh. Atlet binaan Arya bisa menyumbangkan prestasi di kancah internasional. Salah satu atlet binaannya adalah Sapwaturrahman. Sapwa meraih medali perunggu di Asian Games 2018 dan medali emas di SEA Games 2019.

Rekor Arya sebagai peraih medali emas di tiga PON beruntun belum ada yang memecahkan. Cabor voli pasir sebenarnya memiliki peluang menyamai rekor tersebut, setelah pasangan Dhita Juliana dan Putu Dini Jasita Utami meraih emas di PON Riau 2012 dan PON Jabar 2016. Namun pasangan ini tidak turun di PON Papua. (puj/r8)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS