counter hit make

Empat Pasien Berstatus PDP di NTB Meninggal, Dua Dinyatakan Negatif Corona

Berita NTB – Empat orang yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Nusa Tenggara Barat meninggal dunia. Mereka adalah pasien PDP di Kabupaten Bima dan Kota Mataram. Keempat pasien PDP tersebut dua diantaranya telah dikonfirmasi negatif corona, artinya dua orang meninggal bukan karena virus corona, sedang dua orang sisanya masih harus menunggu hasil Swab.

Kepala BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik mengatakan dari empat pasien PDP yang meninggal tersebut, dua diantaranya sudah dapat dipastikan tidak terjangkit Covid-19, karena berdasarkan tes Swab yang dilakukan menunjukkan hasil negatif, sedang dua orang lagi hasilnya belum keluar dan harus menunggu hasil lab yang akan diumumkan secara terbuka oleh Litbangkes Kemenkes RI.

Ahsanul Khalik juga menjelaskan hingga saat ini, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di NTB berjumlah 938 orang dan 230 diantaranya sudah lepas dari pemantauan, artinya mereka sudah tidak menunjukkan gejala Covid-19. Sedangkan jumlah orang yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total berjumlah 43 orang hingga saat ini. Dari 43 orang, 19 orang telah dinyatakan selesai dalam pengawasan atau sudah dapat dipulangkan, sisa 24 orang masih berstatus PDP. Dari 19 orang yang dinyatakan selesai dalam pengawasan tersebut empat diantaranya meninggal dunia dan 15 orang dinyatakan sembuh.

Mengenai pasien positif Covid-19, sejauh ini ada dua orang yang dinyatakan positif tertular virus corona, keduanya tertular setelah bepergian ke wilayah yang terlebih dahulu terjangkit virus ini. Namun menurut kabar yang beredar, kedua pasien positif Covid-19 ini menunjukkan kondisi yang makin membaik.

Sementara itu, pasien PDP yang meninggal berjumlah dua orang, keduanya menunjukkan gejala yang persis seperti penderita Covid-19. Satu orang mengalami sakit setelah pulang dari Jakarta, satu lagi tidak memiliki riwayat keluar daerah atau menuju wilayah yang terjangkit virus corona namun sudah mengalami sakit dan memiliki riwayat diabetes mellitus, jantung dan hipertensi serta dalam kondisi lemah. Hingga saat ini keduanya masih belum dapat dikatakan positif Covid-19 karena harus menunggu hasil Swab dari Surabaya.

Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah soal pembatasan diri, baik itu physical distancing, tidak keluar rumah apabila tidak terpaksa, selalu membasuh tangan menggunakan sabun, mengenakan masker saat bepergian dan tidak berkumpul terlebih dahulu.