page hit counter
Elite NU jewer kelompok 212: Bukan gerakan Islam, tidur di masjid tapi salat di lapangan!

Elite NU jewer kelompok 212: Bukan gerakan Islam, tidur di masjid tapi salat di lapangan!

Ilustrasi aksi 212. Foto: Portal Islam

Salah satu petinggi Nahdlatul Ulama (NU), Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menanggapi soal gerakan dari kelompok 212.

Said Aqil menilai bahwa 212 bukan merupakan kebangkitan atau gerakan Islam lantaran ada kepentingan yang terselubung.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj. Foto: Istt
Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj. Foto: Istt | Elite NU jewer kelompok 212: Bukan gerakan Islam, tidur di masjid tapi salat di lapangan!

Menurutnya, 212 jelas-jelas memiliki tujuan politik, namun sayangnya dengan mengatasnamakan agama. Oleh sebab itu Said Aqil sendiri mengaku sejak awal dia menolak gerakan 212.

Hal itu ia ungkapkan saat menceritakan tantangannya memimpin PBNU, secara khusus ketika menghadapi kemunculan gerakan 212.

“Itu luar biasa kerasnya tantangan bagi saya. Ada sebagian dari NU juga (mengatakan) bahwa ini adalah kesempatan kebangkitan Islam. Kalau menurut saya, itu bukan kebangkitan Islam. Karena jelas tujuannya politik yang mengatasnamakan agama,” kata Said Aqil dalam sebuah video bertajuk ‘Gagasan Kiai Said Menuju Mukatamar NU’ yang disiarkan akun YouTube TVNU, dikutip Hops.id pada Selasa, 14 Desember 2021.

212 bukan gerakan atau kebangkitan Islam!

Reuni 212. Foto: Antara
Reuni 212. Foto: Antara

Lebih lanjut Said Aqil menduga, sebenarnya ada banyak pihak yang tidak setuju dan menolak gerakan 212.

Kendati demikian hanya Said Aqil yang secara terang-terangan berani menolak gerakan tersebut.

“Satu-satunya orang yang bersuara keras, yang bersuara terang-terangan menolak 212 ya saya. Barangkali yang menolak banyak, tetapi yang eksplisit, dengan ucapan yang jelas terang benderang hanya saya barangkali,” ujarnya.

Said Aqil pun mengungkapkan alasannya menyebut 212 bukan sebagai gerakan Islam.

Sebagai contoh, kata dia, kelompok 212 tidurnya di masjid namun salatnya justru di lapangan.

“Saya menganggap itu bukan kebangkitan Islam, bukan gerakan Islam, karena tidurnya di masjid, tetapi shalatnya di lapangan. Masjid jadi tempat tidur, menunggu shalat Jumat di lapangan. Itu yang tidak benar menurut saya,” ujar dia.

Yuk, ajak keluarga ke MuslimaFest 2021 by Amitra pada 17-19 Desember 2021 di Smesco Exhibition Hall, Jakarta. Akan ada talkshow bareng artis, kajian bersama Ustaz Syam dan Ustazah Syifa, bazar dan entertainment.

Ikuti lomba masak, fashion anak, dan mewarnai. Berhadiah total puluhan juta. Segera daftar di s.id/muslimafest/

Artikel dari Hops.ID

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS