page hit counter

Ekonomi Tumbuh, Mataram Masuk Tiga Terbaik TPID Wilayah Indonesia Timur

MATARAM-Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram menggelar rapat evaluasi secara virtual dengan Presiden RI Joko Widodo, kemarin (25/8). Dari hasil evaluasi, TPID Kota Mataram menempati urutan tiga terbaik yang bekerja mengendalikan kenaikan harga di wilayah Indonesia Timur.

Paralel dengan itu, perekonomian di Kota Mataram diklaim mulai tumbuh seiring kasus Covid-19 yang mulai mereda. “Alhamdulillah Mataram masuk TPID tiga besar wilayah Indonesia Timur. Indikatornya adalah pengendalian harga di pasar dan keterlibatan pemerintah secara langsung menstabilkan harga bahan pokok,” jelas Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura kepada Lombok Post, kemarin (25/8).

Presiden atau pemerintah pusat mengevaluasi kinerja TPID selama tahun 2020. Disamping itu, dievaluasi juga pertumbuhan ekonomi setiap provinsi dan daerah. Dimana, pertumbuhan ekonomi NTB di atas 5 persen. Kondisi ini juga dinilai sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Kota Mataram. Mengingat Kota Mataram menjadi pusat perekonomian ibu kota provinsi.

“Insya Allah perekonomian kita tumbuh dibanding tahun lalu yang minus,” yakin Tura.

BPS Kota Mataram juga mencatat inflasi 0,05 persen di Bulan Juni dan deflasi di Bulan Juli. Dengan serapan APBD yang meningkat di Bulan Agustus, pergerakan ekonomi diyakini makin menggeliat. “Karena serapan anggaran program kita sudah di atas 50 persen,” jelas Tura.

Bahkan, semua proyek DAK sudah terkontrak 31 Agustus mendatang. Sehihgga pergerakan uang di Kota Mataram diyakini akan memutar roda perekonomian yang sempat terganggu selama PPKM. Terlebih status Level Kota Mataram saat ini masih berada di Level 3.

“Penekanan dari pemerintah pusat terhadap kami di daerah bagaimana mengoptimalkan pemberdayaan ekonomi melalui UMKM. Kemudian tetap melakukan pengendalian harga terutama bahan pokok. Jangan sampai kenaikan terlalu tinggi seperti harga cabai yang sempat di atas Rp100 ribu beberapa waktu lalu,” terang Tura.

Sementara Kepala BPS Kota Mataram Agus Alwi juga mengamini jika pertumbuhan ekonomi di Kota Mataram bakal mengalami kenaikan. Mengacu pada pertumbuhan ekonomi di NTB yang mulai positif. “Ada harapan kalau kondisi Covid-19 terus membaik, mungkin di akhir tahun 2021 insya Allah positif. Semua tergantung kondisi Covid-19,” jelasnya.

Yang sekarang perlu dilakukan Pemerintah Kota Mataram menurut Agus adalah menggenjot belanja. “Apa bentuknya bantuan dan proyek itu harus disegerakan,” sarannya.

Karena anggaran yang ada di pemerintah dalam hal ini APBD bisa menjadi stimulus dan penggerak roda perekonomian. Jika ada uang beredar di masyarakat maka ekonomi bergerak. “Kalau tidak ada uang bergerak maka ekonomi mandek. Stimulan dan kegiatan pemerintah segera dieksekusi,” jelasnya. (ton/r3)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS