page hit counter
Donasi ke Palestina, Warga Sekarbela Kumpulkan Rp 530 Juta

Donasi ke Palestina, Warga Sekarbela Kumpulkan Rp 530 Juta

MATARAM-Kepedulian terhadap Palestina ditunjukkan warga Sekarbela. Difasilitasi Yayasan Baitul Askhiya, warga beramai-ramai menggalang donasi untuk membantu warga Palestina.

“Kami mulai mengumpulkan donasi sejak Ahad lalu. Alhamdulillah hingga Malam Jumat tadi malam (kemarin malam, Red) tembus Rp 530 juta,” terang Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman, kemarin (28/5).

Masyarakat mengumpulkan donasi di stand Masjid Raisiyah Sekarbela yang telah disediakan. Selama lima hari donasi dibuka, terkumpul uang sebesar Rp 319 juta. Namun usai pengajian agama disampaikan TGH Mujiburrahman kemarin malam, warga kian berbondong-bondong ikut bersedekah untuk warga Palestina.

Mereka berasal dari wilayah Sekarbela dan sekitarnya. Donasi dikumpulkan secara offline dengan warga langsung datang ke masjid. Dalam beberapa jam usai pengajian, donasi terkumpul tembus mencapai Rp 530 juta.

“Donasi akan dibuka Malam Ahad. Hari Ahad pagi selesai pengajian subuh akan diserahkan ke ACT,” terang pendiri Yayasan Baitul Askiya Sekarbela ini.

TGH Mujib mengatakan ini yang ketiga kalinya warga Sekarbela menyalurkan bantuan bagi warga Palestina lewat ACT. “Kali ini yang terbesar. Sebelumnya pernah Rp 105 juta dan Rp 165 juta,” cetusnya.

Ia berharap apa yang dilakukan warga Sekarbela bisa menjadi penyemangat bagi lingkungan lain. Sesuai harapan Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana agar menanamkan semangat filantropi atau kedermawanan. “Karena kalau kita bersatu kekuatan kita luar biasa. Buktinya sekarang ini (donasi yang terkumpul) melampaui ekspektasi,” ucapnya.

Padahal donasi yang dikeluarkan warga disesuaikan dengan kemampuannya. Mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu. Namun ketika yang menyumbang banyak orang, maka hasilnya di luar dugaan. “Maka penting untuk tetap menyampaikan pesan agama bernilai sosial,” cetusnya.

Terkait ada warga yang kemudian ragu berdonasi ke Palestina karena khawatir bantuan tidak sampai atau disalahgunakan, TGH Mujiburrahman memberi penjelasan.

“Yang pertama, harus kita yakini kalau orang itu bersedekah, sebelum sedekahnya diterima oleh orang yang berhak menerima, sedekahnya sudah diterima oleh Allah SWT. Sebelum sampai ke tangan penerima, Allah SWT sudah menerima,” jelasnya.

Sehingga ia tak perlu ragu sedikitpun dalam mengeluarkan sedekahnya. Yang kedua,sebaiknya donasi disalurkan melalui penyalur yang dipercaya. Bisa juga dengan memberi penekanan kepada penyalur bagaimana pemanfaatan donasi tersebut. “Misalnya donasi nanti bisa dijadikan dapur umum dan diberikan dalam bentuk makanan,” terangnya.

Kemudian bila perlu untuk meyakinkan pendonasi, penyalur bisa memberikan stiker asal bantuan. Untuk menunjukkan bantuan dari warga Sekarbela sudah sampai ke Palestina. Supaya meyakinkan dan memberikan kepercayaan warga bahwa bantuan itu sampai.

“Daripada berpikir atau khawatir lalu mematikan semangat berdonasi. Padahal di sana kenyataannya memang membutuhkan,” paparnya.

TGH Mujiburrahman berharap gerakan ini diikuti oleh lingkungan dan kelurahan lain yang ada di Kota Mataram.

Senada dengan itu, Wali Kota Mataram juga sebelumnya menyampaikan jika kepedulian pada Palestina bukan persoalan masalah keyakinan. Menurutnya, apa yang terjadi terhadap rakyat Palestina yang diserang Israel saat ini sungguh memprihatinkan.

Persoalan Palestina ini ditegaskannya bukan lagi masalah keyakinan atau agama. “Tetapi ini adalah persoalan kemanusiaan. Siapapun yang melihat kezaliman dan tindakan represif terhadap rakyat Palestina, pasti rasa kemanusiaan mereka muncul,” ungkap Mohan.

Buktinya aksi yang menunjukkan kepedulian terhadap Palestina tidak hanya terjadi di Negara Islam. Bahkan Negara Eropa juga melakukan aksi pembelaan terhadap Palestina. (ton/r3)

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS