page hit counter
Ditikam dan Dipukul Besi, Dokter-Suster Nekat Lompat ke Jurang Saat KKB Serang Puskesmas

Ditikam dan Dipukul Besi, Dokter-Suster Nekat Lompat ke Jurang Saat KKB Serang Puskesmas

Warta MataramSeorang dokter dan tiga suster nekat lompat ke jurang saat KKB alias Kelompok Kriminal Bersenjata Papua menyerang puskesmas.

Ya, KKB Papua baru-baru ini kembali berulah dengan melakukan aksi teror terhadap warga sipil.

Kali ini, teror tersebut terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Selain merusak sejumlah fasilitas umum seperti puskesmas, sekolah dan bank, KKB juga tak segan-segan melukai warga sipil.

Diinformasikan sebanyak empat tenaga kesehatan terdiri atas seorang dokter dan tiga suster menjadi korban penganiayaan KKB.

Pada akhirnya, empat korban tersebut memilih melompat ke jurang saat puskesmas tempat mereka bekerja diserang oleh sekitar 50 orang KKB Papua.

Namun, sebelum memutuskan melompat ke jurang, keempat tenaga kesehatan itu ternyata sempat dianiaya oleh KKB.

Dilansir terkini.id dari Kompas pada Rabu, 15 September 2021, Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, mengatakan bahwa dari empat tenaga kesehatan yang melompat ke jurang, dua di antaranya sudah berhasil ditemukan.

Kedua tenaga kesehatan yang ditemukan selamat itu adalah seorang dokter dan suster. Saat ditemukan, kondisi sang dokter sudah mengalami patah tangan.

Namun, patah tangan tersebut bukan karena jatuh setelah melompat ke jurang, melainkan karena dipukul menggunakan besi oleh KKB sebelum ia melompat.

Sementara seorang suster yang juga ditemukan selamat mengalami luka karena sempat ditikam dengan belati sebelum nekat terjun ke jurang.

“Terus tadi pagi satu suster sudah ketemu, karena dia lompat ke jurang, dia ditikam pakai belati dari belakang,” jelas Cahyo saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Cahyo menambahkan, sementara dua suster lainnya yang juga melompat ke jurang saat KKB menyerang hingga kini masih belum ditemukan.

“Jadi yang melompat itu ada empat, sudah ketemu dua, yang dua belum.”

Cahyo menuturkan, personel gabungan TNI-Polri yang berada di Kiwirok telah berusaha mencari kedua suster yang masih hilang itu.

Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil karena KKB masih terus mengganggu dengan melepaskan tembakan.

“Tadi pagi tim gabungan turun cari tapi mereka ditembaki dari arah bandara,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin pagi, 13 September 2021.

Akibat kejadian yang berlangsung sekitar empat jam tersebut, seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar.

Dandim 1715/Yahukimo, Letkol Christian Irreuw mengatakan kontak senjata antara TNI dan KKB terjadi sejak pukul 09.00 hingga 13.15 WIT di Distrik Kiwirok.

“Telah terjadi kontak tembak antara personel Pos Kiwirok Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dan aksi pembakaran fasilitas umum serta pemukiman warga,” ujar Letkol Christian.

Adapun fasilitas umum yang dibakar KKB adalah Puskesmas Kiwirok, Kantor Bank Papua Perwakilan Distrik Kiwirok, Kantor Distrik Kiwirok, Sekolah Dasar Kiwirok, dan Pasar Kiwirok. (terkini)
CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS