page hit counter
Diserang Kerajaan Karangasem, Begini Sejarah Runtuhnya Kedatuan Langko

Diserang Kerajaan Karangasem, Begini Sejarah Runtuhnya Kedatuan Langko

Sasak Heritage – Raden Terunajaya, pemimpin Kedatuan Langko, berniat hendak memberikan pelajaran kepada kakaknya akan arti pentingnya persenjataan. Maka disusunlah rencana penyeberangan ke pedukuhan Tembeng. Teknik penyerangan diserahkan sepenuhnya ke Patih Singarepa. Strategi yang digunakan sangat sederhana, yaitu mengumpulkan semua wanita, anak-anak, orang dewasa sebagai pembawa hewan piaraan, seperti sapi, kambing, kerbau, kuda, dan lain-lain. Sebagai lapisan terakhir adalah pasukan bersenjata lengkap dengan bedil, tombak, panah, dan sebagainya. Strategi ini dilakukan karena Raden Terunajaya memang menginginkan adanya korban jiwa. Hal ini juga sebagai rasa hormat dan sayang masih mendalam kepada kakaknya.

Pada tengah malam semua pasukan harus segera diberangkatkan agar tiba di pintu gerbang Tembeng. Pedukuhan Tembeng dikuasai tanpa adanya perlawanan yang berarti. Raden Pringganala pun menyerah. Beliau beserta para pengikutnya yang setia disarankan untuk pergi dari Tembeng dan mencari pemukiman baru. Mereka pun mendirikan perkampungan Praubanyar di Lombok Timur sekarang. Selain menaklukkan pedukuhan Tembeng, Kedatuan Langko di bawah pimpinan Patih Singarepa dan Patih Singaulung juga menaklukkan Kedaro (Kerajaan Kedaro).

Setelah meguasai Tembeng, maka Kedatuan Langko semakin luas dan meningkat menjadi kerajaan. Raden Terunajaya menjadi rajanya dan bergelar Prabu Langko. Raden Terunajaya mempunyai empat orang putera yang semuanya laki-laki. Masing-masing bernama Raden Putra, Raden Natawijaya, Raden Ajiwayah, dan Raden Ajiundak. Sementara itu, diberitakan juga bahwa sang kakak, Raden Pringganala, di Praubanyar juga sudah mempunyai empat orang putri yang masing-masing bernama Denda Suparta, Denda Suparah, Denda Supadan, Denda Supayang.

Patih Singarepa menyarankan agar menyambung kembali persaudaraan yang lama terputus dengan jalan mengawinkan keempat putera Raden Terunajaya dengan keempat putri dari Raden Pringganala. Anjuran tersebut diterima dengan lapang dada. Akhirnya, bertautlah persaudaraan Kerajaan Langko dan Praubanyar. Keempat pasangan tersebut:

  • Raden Ajiundak beristerikan Denda Supayang
  • Raden Ajiwayah beristerikan Denda Supadan
  • Raden Natawijaya beristerikan Denda Suparah
  • Raden Putra beristerikan Denda Suparta

Raden Ajiwayah diangkat sebagai putra mahkota dan menggantikan Raden Terunajaya sebagai Prabu Langko. Kemudian raja ini mempunyai anak bernama Raden Suryanata. Raden Terunajaya dan Patih Singarepa meninggal dan dimakamkan di Langko. Pada masa kekuasaan Raden Ajiundak, pemerintahan semakin mundur, sehingga penyerangan Karangasem yang bergabung dengan Arya Banjar Getas tidak dapat ditangkal. Akhirnya, kerajaan Langko pun menyerah kalah.

Sumber: Gumi Sasak dalam Sejarah

Gambar hanya ilustrasi

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS