page hit counter

Desa Adat Sade Mulai Tuai Berkah WSBK Mandalika

LOMBOK TENGAH-Perlahan namun pasti event World Superbike (WSBK) Mandalika mulai memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata. Warga Desa Adat Sade mengakui hal tersebut.

“Sudah ada yang mulai datang meskipun tidak banyak seperti sebelum pandemi,” ujar Sunip Wati, salah satu perajin Kain Tenun di Desa Sade kepada Lombok Post.

Sehari ada dua sampai tiga pengunjung yang datang berbelanja membeli kain tenun yang dijual warga. Kisaran harganya mulai dari Rp 100-150 ribu. Kondisi saat ini cukup membuat para perajin kain tenun dan penjual cendera mata di Desa Adat Sade optimistis kondisi segera membaik. Terutama dengan digelarnya event WSBK Mandalika yang memang tak jauh dari desa tersebut.

Sunip mengingat, sebelum pandemi Covid-19, omzet yang didapatkan per hari bisa jutaan. Maklum, sehari bisa puluhan kain laku terjual dibeli wisatawan yang datang. Namun semenjak pandemi, dua tahun terakhir perajin merintih.

“Dulu sebelum Korona sehari bisa laku satu lusin kain tenun. Tetapi karena korona sepi sekali dan sampai sekarang masih terasa. Ini saja yang datang belanja hanya wisatawan lokal, tidak ada yang dari luar negeri,” akunya.

Bayu, warga Desa Adat Sade lainnya mengaku kondisi yang dihadapi cukup berat semenjak pandemi. Namun semenjak rencana digelarnya WSBK, kini kunjungan ke Desa Sade perlahan mulai terlihat. Maklum, Desa Adat Sade masih satu jalur ke kawasan Kuta Mandalika.

“Mudahan tetap ramai dan pandemi segera berlalu. Agar ketika WSBK sudah dimulai, ramai yang datang,” harapnya.

Jelang perhelatan WSBK, warga Desa Adat Sade sudah melakukan revitalisasi bangunan rumah adat di sana. Misalnya mengganti atap rumah dengan ilalang baru. Melakukan pemugaran lantai dan bangunan. Total ada 50 Kepala Keluarga yang ada di desa adat ini dengan rata-rata mereka menjual kerajinan kain tenun.

Namun demikian, saat ini warga Desa Adat Sade mengaku belum ada persiapan khusus jelang WSBK. Misalnya cendera mata yang berkaitan dengan nuansa WSBK dan MotoGP. Mereka mengaku belum punya gambaran secara khusus bagaimana cendera mata atau oleh-oleh yang disiapkan menyambut gelaran WSBK dan MotoGP.

“Ya harapannya juga bisa dibina seperti itu. Agar bisa buat oleh-oleh dan kerajinan yang bisa berkaitan dengan itu,” ungkap Bayu.

Warga di Desa Adat Sade sempat dikunjungi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto kemarin. Menko Airlangga meminta agar desa ini menjadi partner ITDC dan Pemda sebagai tempat produksi merchandise WSBK Mandalika 2021. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan internasional akan menggerakkan perekonomian lokal.

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS