page hit counter
Cerita Rico Tandean Memilih Jadi Muallaf di Masjid Hubbul Wathan Mataram

Cerita Rico Tandean Memilih Jadi Muallaf di Masjid Hubbul Wathan Mataram

Satu keteladanan lebih baik dari seribu ucapan. Dakwah TGB M Zainul Majdi yang menyejukkan membuat Rico Tandean warga asal Tanggerang tertarik dengan Islam. Ia bahkan rela jauh-jauh datang ke Mataram untuk meminta bimbingan TGB mengucap syahadat. Menjadi mualaf!

 

HAMDANI WATHONI, Mataram

 

Usai Salat Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center pekan lalu, para jamaah tak langsung pulang. Mereka hendak mengikuti kajian tafsir Alquran yang rutin diisi TGB M Zainul Majdi setiap Jumat.

Namun sebelum doktor tafsir Alquran lulusan Universitas Al Azhar Kairo Mesir itu memulai kajian, pengurus masjid memberitahukan jika ada salah satu orang warga yang hendak mengucap dua kalimat syahadat untuk menjadi mualaf. Ia pun akan dibimbing langsung oleh TGB.

Namanya Rico Tendean. Tubuhnya tinggi. Tidak terlalu gemuk. Ia mengaku berasal dari Tanggerang. “Saya sudah empat hari di sini. Hari ini saya ke sini untuk mengucap syahadat di masjid ini,” kata Rico.

TGB menyambut baik niat pemuda tersebut. Prosesi pengucapan syahadat disaksikan para jamaah yang hadir namun dengan tetap menggunakan protokol kesehatan COVID-19.Sebelum mulai membimbing Rico, TGB melontarkan beberapa pertanyaan. “Sebelum memulai mengucap syahadat, apakah ini betul keinginan sendiri atau ada yang memaksa?” tanya TGB.

Memastikan jika keinginan Rico tidak ada intervensi pihak mana pun. Karena dalam Islam keinginan untuk menjadi seorang muslim tidak boleh ada paksaan atau tekanan. Rico pun meyakinkan TGB jika keinginannya menjadi seorang muslim murni karena dorongan hatinya. “Tidak ada yang memaksa. Murni keinginan sendiri,” jawabnya pelan.

Mendengar jawab Rico, maka TGB mulai membimbing pemuda tersebut diawali bersama-sama membaca istighfar tiga kali. “Astagafirullahaladziim, Astagafirullahaladziim, Astagafirullahaladziim,” ucap TGB diikuti Rico dan semua jamaah yang menyaksikan.

“Bismillahirrahmanirrahim, Ashaduallailahaillallah Waashaduanna Muhammadarrasulullah. Saya bersaksi bahwasanya tiada Tuhan  selain Allah SWT, dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah SWT,” sambung TGB dua kali diikuti Rico dengan lancar.

Setelah mengucap syahadat, Rico dinyatakan resmi menjadi seorang muslim dan ditutup dengan surat alfatihah. Mendoakan pemuda ini bisa istiqomah dalam Islam dan menjalankan semua ajaran agamanya. TGB mengingatkan Rico agar menjalankan semua ibadah sebagai umat muslim.

“Ada tanggung jawab untuk menjadi muslim yang baik. Menunaikan Rukun Islam setelah bersyahadat adalah melaksanakan salat lima waktu. Ketika Ramadan tiba, berpuasa selama sebulan. Kemudian berzakat dan kalau ada nasib kita bisa semua berhaji,” paparnya.

Rico juga diingatkan tentang enam rukun iman. Percaya kepada Alah SWT, percaya kepada malaikat, kitab Allah, nabi dan rasul, percaya kepada hari kiamat dan percaya pada ketetapan Allah (qada dan qadar) . “Semoga Rico dan kita semua dikokohkan dalam iman dan islam,” doa TGB.

Usai resmi menjadi seorang muslim, Rico pun terlihat lega dan senang. Ia tidak menyangka keinginannya sejak lama menjadi seorang muslim bisa terwujud di tempat yang menurutnya istimewa. “Saya sengaja datang ke Lombok agar bisa mengucap syahadat di masjid ini dengan bimbingan TGB,” akunya kepada Lombok Post.

Ia menceritakan keinginannya menjadi seorang mualaf dimulai ketika sering mendengar nama TGB di media massa, elektronik, hingga media sosial. Ia kemudian mengikuti kiprah TGB di tingkat nasional. Akhirnya, ia mulai sering melihat video TGB di YouTube.

“Saya senang dengan ceramah beliau. Teduh, sopan dan adabnya begitu terasa,” kata pria kelahiran 1990 itu.

Makin hari, ia pun makin senang mendengar ceramah TGB. Kajian islam dan agama yang disampaikan mantan Gubernur NTB dua periode itu menurutnya ilmiah dan akademis. Tanpa ia sadari, ia pun semakin merasa tertarik dengan Islam.

“Kebetulan saya anggota komunitas motor RX-King. Saya punya teman di Dasan Agung Mataram. Makanya saya minta bantuannya selama di sini untuk jadi mualaf,” tutur pria yang mengaku bekerja di Bandara Soekarno-Hatta sebagai Porter tersebut.

Rico mengatakan dirinya akan berusaha untuk terus menjalankan syariat Islam. Menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang. (*/r3)

 

Source: Lombok Post

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS